Senin, 13 Agustus 2018

Pain Management Dan Hal-Hal Penting Yang Ada Di Dalamnya

Pain management atau manajemen nyeri adalah suatu kumpulan prosedur medis yang bertujuan untuk meredakan atau menghilangkan nyeri pada pasien. Nyeri pada dasarnya merupakan suatu sensasi yang tidak menyenangkan atau menyakitkan yang muncul akibat rusaknya jaringan tubuh, dan dapat menimbulkan dampak secara fisik dan emosi.
Pain Management dan Hal-hal Penting yang Ada di Dalamnya - alodokter
Nyeri muncul sebagai sistem yang melindungi tubuh dari kerusakan jaringan lebih lanjut, atau dari aktivitas yang dapat menyebabkan kerusakan tubuh. Berdasarkan sifatnya, nyeri dapat berupa nyeri akut atau kronis. Sedangkan dari intensitasnya, nyeri dapat terasa sebagai nyeri ringan atau berat.
Nyeri akut timbul secara tiba-tiba, dan biasanya penyebabnya dapat diketahui dengan jelas. Nyeri kronis timbul dalam jangka waktu yang panjang. Biasanya nyeri kronis akan terasa dalam beberapa minggu atau bulan. Nyeri kronis seringkali muncul akibat adanya suatu kondisi atau penyakit yang diderita oleh pasien.
Terkadang untuk memberikan hasil maksimal, seseorang dapat menjalani lebih dari satu jenis metode manajemen nyeri. Ini dikarenakan nyeri seringkali melibatkan banyak aspek dalam kehidupan sehari-hari pasien.

Indikasi Pain Management

Seorang pasien dapat menjalani pain management jika menderita nyeri pada tubuhnya. Berdasarkan penyebabnya, nyeri dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu nyeri nosiseptif dan nyeri neuropatik.
Nyeri nosiseptif timbul dikarenakan adanya suatu rangsangan yang berpotensi berbahaya, yang dideteksi oleh indera perasa nyeri pada tubuh (nociceptors). Nyeri nosiseptif timbul dikarenakan adanya kerusakan jaringan tubuh, baik kerusakan mekanis (misalnya nyeri sendi atau nyeri punggung), kerusakan akibat suhu panas, suhu dingin, atau akibat terkena bahan kimia. Munculnya nyeri nosiseptif dapat ditandai dengan gejala-gejala pada bagian tubuh yang mengalami nyeri, antara lain:
  • Rasa sakit yang menusuk, seperti ditusuk oleh paku atau jarum.
  • Kaku.
  • Lemah.
  • Kesemutan.
Nyeri neuropatik muncul dikarenakan adanya kerusakan pada jaringan saraf, sehingga muncul nyeri yang terkadang secara tiba-tiba. Gejala-gejala yang ditimbulkan oleh nyeri neuropatik adalah:
  • Rasa terbakar atau seperti ditusuk oleh jarum pada bagian yang mengalami nyeri.
  • Rasa kesemutan dan kaku.
  • Nyeri yang muncul secara tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas.
  • Sulit tidur dan beristirahat dikarenakan oleh nyeri tersebut.
  • Gangguan emosi akibat nyeri kronis, sulit tidur, dan sulit menggambarkan nyeri yang sedang diderita.
Penyebab nyeri neuropatik sulit diidentifikasi pada saat pertama kali muncul, dan perlu adanya pemeriksaan lebih lanjut. Akan tetapi setelah diperiksa, umumnya penyebab nyeri neuropatik dapat dikelompokkan menjadi:
  • Infeksi, seperti penyakit sifilis, cacar ular atau herpes zoster, serta
  • Cedera, terutama cedera yang menyebabkan kerusakan atau tekanan pada sistem saraf, seperti cedera saraf tulang belakang.
  • Komplikasi akibat prosedur bedah, misalnya amputasi.
  • Penyakit atau komplikasi akibat penyakit lain, seperti multiple sclerosis, diabetes, atau kanker.
Pasien harus segera berkonsultasi dengan dokter untuk menjalani pengobatan atau manajemen nyeri jika mengalami:
  • Nyeri yang tidak hilang setelah 2-3 minggu.
  • Sulit berelaksasi.
  • Nyeri yang dialami menyebabkan depresi, rasa cemas, atau stres.
  • Obat-obatan atau metode untuk meredakan nyeri tidak lagi efektif.
  • Sulit melakukan aktivitas sehari-hari akibat nyeri.

Peringatan Pain Management

Sebelum menjalani pengobatan nyeri menggunakan obat-obatan, pasien diharapkan berhati-hati bila memiliki kondisi, seperti:
  • Anemia.
  • Hemofilia.
  • Kekurangan vitamin K.
  • Penurunan jumlah keping darah (trombosit).
  • Adanya ulkus (tukak) pada lambung atau usus.
  • Adanya polip pada hidung.
  • Gangguan kerja hati.
  • Penyakit ginjal.
  • Menderita alergi terhadap obat-obatan pereda nyeri, seperti obat antiinflamasi nonsteroid atau paracetamol.
Jika pasien akan menjalani manajemen nyeri melalui operasi, terdapat beberapa kondisi di mana pasien perlu berhati-hati. Kondisi tersebut antara lain:
  • Memiliki gangguan pembekuan darah.
  • Mengonsumsi obat pengencer darah.
  • Memiliki alergi terhadap obat bius (anestesi).

Persiapan Pain Management

Untuk menentukan jenis manajemen nyeri yang tepat guna meredakan dan menyembuhkan nyeri, pasien terlebih dahulu akan menjalani proses diagnosis supaya penyebab nyeri dapat diidentifikasi dengan tepat. Dokter akan menanyakan gejala nyeri yang dirasa oleh pasien, beserta riwayat dan kondisi kesehatan secara umum. Riwayat kesehatan yang akan ditanyakan termasuk juga riwayat prosedur medis yang pernah dijalani, terutama prosedur bedah. Dokter juga akan merekomendasikan pasien menjalani tes tambahan, seperti:
  • Tes darah
  • Foto Rontgen
  • MRI
  • CT scan
  • USG
  • Elektromiografi (EMG)
Setelah penyebab dan sumber nyeri diketahui, dokter akan menentukan prosedur manajemen nyeri yang sesuai bagi kondisi pasien.

Prosedur Pain Management

Pain management yang dilakukan dapat berbeda-beda pada tiap orang, tergantung pada penyebab nyerinya. Oleh karena itu, diagnosis dan pemeriksaan penyebab nyeri pada pasien sangat penting agar manajemen nyeri yang dilakukan dapat berjalan secara efektif. Beberapa teknik manajemen nyeri yang umum dilakukan adalah:
  • Rest, ice, compression, and elevation (RICE). Ini merupakan metode untuk meredakan nyeri secara sederhana, dan dapat dilakukan sendiri oleh pasien di rumah. Dokter akan merekomendasikan pasien untuk beristirahat, mengompres daerah yang terasa sakit, dan memposisikan bagian tubuh tersebut lebih tinggi, untuk meredakan nyeri yang sifatnya sementara. Metode RICE sering digunakan untuk meredakan nyeri pada otot dan sendi, serta sering dikombinasikan dengan pemberian obat pereda nyeri.
  • Obat-obatan. Penggunaan obat pereda nyeri merupakan metode yang paling umum untuk mengontrol rasa sakit. Obat-obatan pereda nyeri ada yang dapat dibeli secara bebas dan ada pula yang harus menggunakan resep dokter. Beberapa jenis obat-obatan yang dapat diberikan kepada pasien untuk mengatasi nyeri adalah:
    • Analgesik, contohnya paracetamol, aspirin, dan ibuprofen.
    • Antikonvulsan, contohnya carbamazepine dan gabapentin.
    • Antidepresan, contohnya amitriptyline.
    • Antimigrain, contohnya sumatriptan.
    • Opioid, contohnya oxycodone, fentanyl, dan tramadol.
  • Fisioterapi. Terapi ini dapat berupa terapi panas, terapi dingin, pijat, atau latihan fisik.
  • Pembedahan. Pembedahan dapat dilakukan sebagai metode untuk meredakan nyeri pada pasien, meskipun tidak semua bentuk nyeri perlu ditangani dengan metode ini. Beberapa metode pembedahan untuk meredakan nyeri, antara lain adalah:
    • Penghambat saraf, yaitu metode manajemen nyeri melalui pembedahan dengan cara memutus aliran impuls saraf dari tempat timbulnya nyeri ke otak.
    • Operasi tulang belakang, yaitu metode manajemen nyeri khusus pada bagian tulang belakang. Operasi ini dapat bertujuan untuk menstabilkan ruas-ruas tulang belakang atau mengurangi tekanan yang menyebabkan terjadinya nyeri pada saraf tersebut.
    • Dorsal root entry zone operation (DREZ), yaitu metode pembedahan untuk meredakan nyeri dengan cara menghancurkan jaringan atau serabut saraf yang menimbulkan rasa nyeri pada pasien.
    • Stimulasi listrik, yaitu metode pembedahan untuk meredakan nyeri dengan cara merangsang serabut saraf dengan menggunakan aliran listrik.
  • Konseling. Konseling dapat membantu pasien untuk mengatasi rasa sakit secara lebih baik, dan biasanya berperan sebagai metode manajemen nyeri tambahan selain pemberian obat-obatan atau pembedahan. Konseling juga dapat membantu dokter untuk mengetahui perubahan psikis pasien yang ditimbulkan oleh nyeri tersebut.
  • Akupunktur. Akupunktur dilakukan dengan menusukkan jarum ke daerah tertentu pada tubuh untuk meredakan nyeri. Meskipun masih kontroversial, akupunktur cukup populer sebagai metode pengobatan untuk meredakan nyeri.
Nyeri nosiseptif yang sederhana, seperti lebam atau memar, tidak memerlukan pengobatan yang rumit dan dapat reda dengan sendirinya atau hanya dengan pengobatan sederhana. Akan tetapi, nyeri nosiseptif yang kompleks, seperti akibat radang sendi, perlu diobati agar tidak bertambah parah, dengan cara mengatasi penyebabnya serta melakukan manajemen nyeri. Nyeri neuropatik juga perlu diobati karena dapat bertambah parah dan mengganggu kualitas hidup penderitanya. Nyeri neuropatik yang tidak ditangani dengan benar dapat menyebabkan berbagai komplikasi, termasuk kecacatan dan depresi.

Risiko Pain Management

Setiap jenis metode pain management memiliki risiko dan efek samping yang berbeda. Namun, yang perlu diperhatikan adalah risiko efek samping dari obat-obatan pereda nyeri. Di antaranya adalah:
  • Sembelit
  • Pusing
  • Mual
  • Gatal-gatal pada kulit
  • Telinga berdenging
  • Mulut kering
Pasien yang menjalani operasi, juga dapat mengalami komplikasi akibat operasi meskipun jarang terjadi, seperti:
  • Infeksi
  • Perdarahan
  • Lebam di daerah operasi
  • Nyeri yang tidak mereda
  • Terjadinya penggumpalan darah
Di salin dari : https://www.alodokter.com/

Minggu, 12 Agustus 2018

Sakit Pinggang Apa Perlu Minum Obat

Katanya sih penyakit orang tua, tapi ternyata sakit pinggang bisa dialami oleh orang berusia 30-an tahun. Pekerja berat, atlet, ibu hamil, bahkan karyawan kantor bisa mengalaminya. Bagaimana cara mengatasinya? Berlawanan dengan anggapan umum, ternyata sakit pinggang dapat diatasi tanpa minum obat, lho.
Sakit pinggang adalah sakit yang terjadi di area bawah tulang rusuk atau iga hingga di atas tulang kaki. Sakit pinggang yang dirasakan bisa berbeda-beda, mulai dari yang tidak terlalu sakit, namun tahan lama hingga 12 minggu atau lebih (kronis), hingga nyeri teramat sangat yang datang tiba-tiba (akut) selama beberapa hari atau beberapa minggu dan membuat Anda tidak bisa bergerak.
Sakit Pinggang Apa Perlu Minum Obat - alodokter

Ini Dia Penyebab Sakit Pinggang

Sakit pinggang bisa disebabkan oleh banyak hal, salah satunya adalah masalah pada otot seperti keseleo atau terkilir.
Otot terkilir dan keseleo
Terkilir bahkan bisa dikatakan sebagai penyebab utama sakit pinggang akut. Terkilir bisa dikarenakan otot atau tendon meregang berlebihan atau robeknya ligamen (jaringan ikat sendi). Keseleo biasa disebabkan oleh tendon (jaringan yang melekatkan otot pada tulang) atau otot yang robek. Nah, hal tersebut bisa terjadi ketika Anda memutar tubuh, mengangkat barang yang terlalu berat, mengangkat barang dengan posisi tubuh yang tidak tepat, atau melakukan peregangan berlebihan.
Bentuk tulang belakang
Kelainan bentuk tulang belakang, seperti tulang belakang kifosis atau lordosis, yang merupakan kelainan sejak lahir juga dapat menjadi penyebab sakit pinggang kambuhan di usia pertengahan.
Trauma
Ligamen, tendon, dan otot luka juga dapat diakibatkan oleh cedera ketika berolahraga, kecelakaan mobil, atau jatuh dari ketinggian tertentu.
Sebab lain
Selain penyebab diatas, penyebab sakit pinggang lainnya antara lain adalah infeksi organ reproduktif pada wanita, sakit batu ginjal, penyempitan jarak antar tulang belakang, radang kelenjar prostat, sindrom pramenstruasi, kehamilan, aborsi, keguguran, kanker prostat, obesitas, osteoporosis, dan masih banyak lagi.

Bagaimana Penyembuhannya?

Kebanyakan sakit pinggang akut dapat sembuh sendiri. Sedangkan sakit pinggang kronis bisa membutuhkan perawatan medis dan prosedur bedah. Sakit pinggang bisa diredakan atau diobati dengan berbagai cara berikut:
Krim dan koyo (patch)
Sakit pinggang dapat diringankan dengan mengoleskan krim atau menempelkan koyo pereda rasa nyeri di bagian yang terasa sakit. Krim dan koyo pereda sakit tersebut biasanya dijual bebas dan mengandung bahan-bahan seperti:
  • Salisilat. Krim dan koyo pereda nyeri biasanya mengandung bahan penghilang rasa sakit ini. Ketika diserap ke dalam kulit, salisilat mampu meredakan rasa sakit, terutama di sendi dekat dengan kulit, seperti jari-jari, lutut, dan siku.
  • Counterirritants. Bahan seperti mentol dan metil salisilat dapat menciptakan sensasi dingin atau panas pada kulit yang mampu mengalihkan perhatian Anda dari rasa sakit.
  • Capcaisin. Ketika pertama kali dioleskan, krim dan koyo yang mengandung capsaicin dapat menimbulkan kesemutan atau sensasi rasa panas pada kulit. Tidak dibutuhkan waktu lama sebelum Anda merasakan hasil dari capsaicin dalam mengurangi rasa sakit.
Krim dan koyo pereda nyeri memiliki keunggulan ketika digunakan. Krim pereda nyeri mudah dan nyaman digunakan karena cukup dioles di daerah yang terasa sakit. Krim yang sudah dioleskan juga bisa dihilangkan dengan cara mencucinya menggunakan air. Orang lain pun bisa tidak tahu jika ternyata Anda menggunakan krim pereda nyeri. Ini karena krim tidak meninggalkan bekas atau terlihat secara kasat mata.
Ketika menggunakan koyo, Anda dapat mengontrol serapan bahan aktif ke dalam kulit. Bila ingin menghentikan penyerapan bahan aktifnya, Anda dapat melepaskannya dari kulit. Tidak hanya itu, bahan aktif yang terkandung pun dilepaskan secara perlahan-perlahan ke dalam kulit. Selain itu, hanya ada sedikit residu – atau bahkan sama sekali tidak ada residu – yang menempel pada tangan dan membuatnya menjadi berminyak.
Pemakaian koyo diyakini tidak akan menyebabkan overdosis karena bahan aktif dan luas permukaan koyo sudah dihitung sesuai dosis yang pantas bagi pemakai. Koyo yang lama harus dilepas terlebih dahulu sebelum koyo baru ditempelkan. Risiko koyo tertelan secara sengaja atau bersentuhan langsung dengan bagian tubuh yang sensitif seperti mata dan selaput lendir juga rendah.
Bergerak
Orang yang banyak bergerak ternyata lebih cepat sembuh dari sakit pinggang dibanding mereka yang hanya tiduran. Jalan-jalan di sekitar rumah atau jalan kaki ke warung sudah cukup untuk mengurangi sakit pinggang. Awalnya mungkin terasa sakit, tapi tetaplah berusaha untuk bergerak setiap hari.
Olahraga
Olahraga, seperti berenang dan yoga, secara teratur dan aktif setiap hari akan membantu mengurangi sakit pinggang. Yang penting, pilih jenis olah tubuh yang Anda senangi dan tidak menambah rasa sakit.
Ganti posisi tidur
Mengubah posisi tidur dapat mengurangi rasa sakit. Jika Anda tidur miring, tarik kaki sedikit ke arah dada dan letakkan bantal di antara kaki. Jika tidur telentang, letakkan bantal di bawah lutut.
Terapi
Jika sakit pinggang tidak hilang dalam waktu lebih dari enam minggu, hubungi dokter terpercaya dan lakukan terapi seperti fisioterapi, chiropractic atau akupunktur. Bila ditemukan penyakit pada organ di dalam tubuh, maka segera lakukan pengobatan sesuai anjuran dokter.
Operasi
Operasi dilakukan hanya jika berbagai cara sudah dilakukan namun sakit pinggang masih menghantui, bahkan hingga membuat Anda sulit tidur dan tidak bisa menjalani aktivitas sehari-hari.
Semua orang tentu tidak ingin menderita sakit pinggang, apalagi sampai harus berbaring di meja operasi. Oleh karena itu, segera hubungi instalasi gawat darurat jika Anda menderita sakit pinggang yang disertai dengan sakit dada, tidak bisa menggerakkan tubuh, nyeri parah di pinggang atau leher, mati rasa, atau kesemutan.

Inilah Penyebab Kaki Kram Dan Cara Menanganinya

Penyebab kaki kram tidak selalu diketahui, namun umumnya disebabkan ataupun terkait dengan cedera saat berolahraga, kehamilan, dehidrasi, kekurangan asupan mineral tertentu, ataupun pajanan suhu dingin.
Kram otot, baik yang terjadi pada area kaki atau area lainnya, merupakan kontraksi atau menegangnya otot dengan kuat dan secara tiba-tiba. Kram bisa berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa menit dan sering kali terjadi pada kaki. Kram kaki di malam hari sering kali mengenai otot betis. Kondisi ini sering terjadi ketika Anda baru saja tertidur atau baru terbangun.
Inilah Penyebab Kaki Kram dan Cara Menanganinya - Alodokter
Berikut adalah berbagai penyebab dan faktor risiko kaki kram:
  • Kekurangan mineral seperti kalium, kalsium, dan magnesium dapat mengundang kaki kram.
  • Tekanan terhadap saraf pada tulang belakang bisa membuat kaki terasa nyeri kram yang bisa memburuk bila semakin lama Anda berjalan. Berjalan dengan posisi sedikit membungkuk ke depan biasanya dapat meringankan nyeri.
  • Suplai darah yang tidak memadai. Penyempitan arteri yang mengalirkan darah ke kaki Anda dapat menimbulkan nyeri, misalnya kram di kaki saat Anda sedang berolahraga. Kram ini biasanya hilang secepatnya setelah Anda berhenti berolahraga.
  • Dehidrasi sehingga tubuh kehilangan banyak cairan.
  • Kehamilan. Kondisi kram sudah biasa terjadi pada ibu hamil, terutama saat bulan-bulan terakhir kehamilan. Kemungkinan hal ini terjadi oleh karena kekurangan kalsium dan magnesium.
  • Cedera atau menggunakan otot secara berlebihan. Terlalu lama duduk, berdiri lama di atas permukaan yang keras, atau meletakkan kaki pada posisi yang tidak nyaman selama tidur juga dapat membuat otot kaki menegang atau kram.
  • Terpapar suhu dingin, khususnya air dingin. Biasanya terjadi setelah mandi dengan air dingin atau kehujanan.
  • Efek samping dari obat-obatan seperti pil kontrasepsi, obat antipsikotik, diuretik, statin, dan steroid.
  • Infeksi seperti tetanus juga bisa menyebabkan kejang otot dan kram.
  • Penyakit hati juga bisa mengundang kram pada kaki. Ketika organ hati tidak bisa bekerja dengan baik, racun di dalam darah akan meningkat dan bisa membuat otot kram.
  • Kondisi medis lainnya seperti penyakit ginjal, penyakit tiroid, multiple sclerosis, atau masalah aliran darah (penyakit arteri periferal).

Begini Cara Menanganinya

Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menangani kram.
  • Hentikan aktivitas dan lemaskan otot dengan peregangan ringan. Gerakkan kaki dengan berjalan perlahan-lahan. Hal ini bertujuan mengirimkan sinyal di dalam tubuh bahwa otot Anda butuh berkontraksi kemudian relaksasi.
  • Pijat pada bagian otot yang menegang.
  • Kompres dengan air panas atau mandi dengan air panas. Namun, cara ini tidak dianjurkan bagi mereka yang mengidap diabetes, cedera saraf tulang belakang, atau kondisi lainnya yang tidak memungkinkan Anda merasakan suhu panas.
  • Minum air putih atau minuman yang mengandung elektrolit secukupnya untuk menghidrasi tubuh. Cara ini mungkin membutuhkan waktu yang relatif lebih lama. Namun, hal ini bisa mencegah terjadi kram berikutnya.
  • Ganjal ujung kaki dengan bantal saat tidur untuk mencegah kram.
  • Konsumsi makanan kaya magnesium seperti kacang-kacangan dan biji-bijian bila Anda sering mengalami kram kaki yang tidak terkait dengan kondisi kesehatan lainnya. Namun, untuk ibu hamil dianjurkan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu bila ingin mengonsumsi suplemen magnesium.
  • Gunakan obat-obatan pereda sakit, seperti ibuprofen atau gel penghilang nyeri sesuai petunjuk penggunaan.
Untuk mencegah kram datang lagi, cobalah untuk rutin melakukan pijatan pada bagian tubuh yang sering kram, melakukan pemanasan sebelum berolahraga, cukupi kebutuhan air putih, dan mineral seperti kalsium, magnesium, dan lainnya. Selain itu, pakailah alas kaki yang layak dan nyaman untuk otot kaki.
Disalin dari : https://www.alodokter.com/

Kamis, 09 Agustus 2018

Empat Kelebihan Dropbox yang Membuat Sharing File lebih Praktis

Dropbox adalah sebuah aplikasi cloud yang memungkinkan kita untuk sharing data atau menyimpan data secara cloud. Artinya, tidak peduli dimanapun kita, selama kita bisa terhubung akses internet maka kita bisa mengakses data kita.Dan bila kita sudah pakai aplikasinya lalu file yang ada dropbox sudah tersimpan di perangkat kita kita bisa edit kapan saja dimanapun walaupun tidak ada jaringan internet, lalu saat nanti perangkat kita online atau berada dalam jaringan internet maka akan otomatis update file kita yang online sama dengan dengan yang kita edit. Tapi jangan lupa ya...., waktu mau edit buka file dari dropbox.

Jika kamu belum tahu dropbox dan ingin mencoba menerapan aplikasi dropbox di PC atau Perangkat lainnya, kamu hanya perlu mengunjungi dropbox.com. Atau jika kamu mengharapkan panduan step by step dan beberapa informasi tentang cloud.
Secara default, free acount memberikan 2GB secara cuma-cuma. Tetapi jika ingin lebih besar lagi, kamu bisa berlangganan atau ikut mempromosikan. Untuk detail lengkapnya bagaimana menambah ukuran dropbox, saya bahas selanjutnya.

4 Kelebihan Dropbox

1. Storage
Sebenarnya maksimal stroge dropbox adalah 18GB untuk free acount. Tetapi secara default kamu diberikan 2GB saja. Untuk mendapatkan 18GB lebih, kamu memerlukan sedikit usaha. Cara menambah ukuran dropboxsalah satunya adalah dengan meng-invite teman kamu.
Setiap teman yang berhasil kamu ajak lewat link kamu, otomatis kamu mendapatkan 500MB, artinya untuk mendapatkan 16GB lagi kamu harus mengajak 32 orang. Kamu juga bisa menambah space dengan beberapa cara lainnnya seperti mengasih review, follow twitter, dll.
Caranya, login ke dropbox melalaui browser kamu. Pada menu bagian atas, klik Get free space!
Get free space from dropbox
Get free space from dropbox
Kamu bisa memilih cara mana saja yang ingin kamu pakai untuk menambah space.
2. Fleksibel
Fitur yang paling saya suka dari cloud tentunya fleksibel atau bisa diakses dimana saja. Tetapi tidak semua aplikasi cloud fleksibel, karena beberapa ada yang tidak menyediakan aplikasi untuk sistem operasi tertentu. Solusinya kita hanya bisa mengakses lewat browser.
Berbeda dengan itu aplikasi drobox hadir dengan hampir di semua sistem operasi populer, Dropbox for windows, dropbox for iOS, dropbox for android, dropbox for Mac, dropbox for Ubuntu, dll.
Saya sendiri memasang aplikasi dropbox di HP saya (android), ipad (iOS), Laptop (windows), dan PC (windows). Saya sangat terbantu dengan adanya dropbox di semua perangkat saya.
Sungguh memudahkan bukan ,apabila kita suatu saat kita berada di suatu tempat yang kita tak bawa perangkat kita .Bingung karena jarak ke rumah memakan waktu yang tidak sedikit. Kita harus harus ingat kalau semua dokumen yang disimpan di dropbox, bisa langsung buka lewat perangkat yang yang ada yang penting terhubung internet. Kalau diperangkat yang bukan milik kita tak perlu di syncron kan ,tapi kalau perangkat sendiri atau HP sendiri lalu sync saja, semua tugas akan selamat. 
3. Full Sharing
Tidak seperti file sharing lain seperti mediafire atau yang lain, jika ingin share files maka kita harus men-downloadnya lewat website mereka. Dropbox hadir dengan direct download, artinya ketika kita mengklik link yang diberkan, maka file langsung kita download.

Cara Sharing File Melalui Dropbox

Setelah kita install Dropbox, akan ada secara dafault yang namanya public folder. Nah untuk berbagi file dengan lainnya, kita harus menyimpan file tersebut di folder publik, kamu boleh membut sub folder di sana. Untuk mendapatkan link kamu hanya perlu klik kanan lalu piliih Dropbox > Copy link.
4. Full Control
Dropbox juga memberikan hak sepenuhnya kepada kita tentang file yang kita unggah. Maksimal besar file untuk akun gratis yang boleh kita unggah adalah 200 MB. Selama kita tidak menghapus file tersebut, file itu akan tetap ada. Artinya dropbox tidak akan menghapus file kita.
Kita juga bisa mengkontrol folder mana saja yang ingin kita sync. Caranya, klik kanan icon dropbox pada menu
Pilih folder yang ingin di sync
Pilih folder yang ingin di sync
Selain itu, kita juga bisa berbagi folder (folder bersama) dengan teman kita, walaupun memakai komputer yang berdeba. Artinya kapan saja kamu mengelola folder itu (tambah, hapus, edit) maka otomatis kamu juga mengubah folder itu di komputer teman kamu dan sebaliknya.
Syaratnya, kamu harus meng-invite teman kamu ke folder itu.
Caranya, login ke dropbox site > Klik kanan pada folder yang ingin kamu share > klik invite to folder > msukan email dropbox teman kamu.
Seketika teman kamu akan mendapatkan email undangan dari kamu. Sifat berbagi folder ini privat, artinya orang yang tidak kamu undang tidak bisa mengaksesnya.
**
Jika ada hal lain  jangan sungkan berkomentar :

Rabu, 08 Agustus 2018

REGULASI YANG HARUS ANDA KETAHUI untuk AKREDITASI PUSKESMAS

UU 1/2004 TENTANG PERBENHARAAN NEGARA
UU 29/2004 TENTANG PRAKTIK KEDOKTERAN
UU 36/2009 TENTANG KESEHATAN
UU 36/2014 TENTANG TENAGA KESEHATAN
UU 23/2014 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH
UU 38/2014 TENTANG KEPERAWATAN 
PP 74/2012 TENTANG BLU
PP 18/2016 TENTANG PERANGKAT DAERAH
PP 47/2016 TENTANG FASYANKES
PERPRES 72/ 2012 TENTANG SKN
PERMENDAGRI 61/2007 TENTANG BLU
PMK 75/2014 TENTANG PUSKESMAS
PMK 9/2014 TENTANG KLINIK
PMK 90/2015 TENTANG PKM DI TERPENCIL DAN SANGAT TERPENCIL
PMK 46/2015 TENTANG AKREDITASI PUSKESMAS, KLINIK PRATAMA, TPMDr/Drg
PMK 44/2016 MANAJEMEN PUSKESMAS
PMK 74/2016 TENTANG PELAYANAN FARMASI DI PUSKESMAS
PMK 99/2016 TENTANG PERUBAHAN PASAL 9 PMK 46/2015
PMK 11/ 2017 TENTANG KESELAMATAN PASIEN
PMK 27/2016 TENTANG PPI
PMK 28/2017 TENTANG BIDAN
KEPMENKES 514 /2015 TENTANG PANDUAN YANKES BAGI DOKTER DI FKTP
KEPMENKES 432/2016 TENTANG KOMISI AKREDITASI FKTP

Selasa, 07 Agustus 2018

Hadapi Akreditasi Puskesmas? 16 Item Ini Bakal Bantu Kamu Benahi Manajemen & Pelayanan Puskesmas


Hadapi Akreditasi Puskesmas, 16 Item Ini Bakal Bantu Kamu Benahi Manajemen & Pelayanan Puskesmas
Hadapi Akreditasi Puskesmas, Puskesmas harus terus berbenah memperbaiki kelemahan-kelemahan dalam menyelenggarakan kegiatan dan pelayanan.

Hasirun, SKM.,M.Epid

Hasirun, SKM.,M.Epid

Praktisi Kesehatan
Founder Capacity Training Center
Puskesmas harus terus berbenah memperbaiki kelemahan-kelemahan dalam menyelenggarakan kegiatan dan pelayanan. Banyak hal yang dihadapi tantangan dalam proses berbenah itu.
Berikut ini terdapat beberapa hal yang dapat membantu puskesmas dalam proses berbenah:
  1. Komitment Setiap Pegawai dan Lintas Sektor
Penulis menomorsatukan point komitment setiap pegawai. Ini penting dalam penyelengaraan kegiatan di Puskesmas. Perlu adanya penggalangan komitmen dengan niat ikhlas tentunya.
Dengan menjaga komitmen ini, setiap permasalahan yang dihadapi oleh Puskesmas, kembalikanlah ke komitmen awal dimana telah menyatakan siap bersama-sama mewujudkan pelayanan yang berkualitas.
Kita berkomitmen artinya menyatakan tanggung jawab untuk bekerja dengan semangat dan integritas. Bukan hanya komitmen internal yang diperlukan, tetapi juga komitmen eksternal seperti lintas sektor dan masyarakat itu sendiri, untuk menyatakan keterlibatannya dan bersama-sama Puskesmas mewujudkan masyarakat kecamatan yang sehat. Bukankah itu yang kita inginkan di Puskesmas?
  1. Komunikasi, Koordinasi, Konsultasi Serta Pengarahan dan Pembinaan
Pegawai Puskesmas harus bekerja mengedepankan komunikasi dan koordinasi. Kita harus hilangkan ego profesi atau ego jabatan dan tentu saling mendukung dalam melaksanakan kegiatan.
Komunikasi dan koordinasi kita kategorikan menjadi dua, yaitu komunikasi dan koordinasi secara internal dan eksternal.
Pegawai Puskesmas harus duduk bersama menentukan dan mengidentifikasi peran lintas program dan peran lintas sektor untuk menunjang pelaksanaan kegiatan. Selain itu, juga harus ditentukan dan disepakati alur kewenangan dan alur komunikasi, kerjasama antara pengelola.
Misalnya, kegiatan Kelas Ibu Hamil, co-program nya adalah Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) namun perlu diidentifikasi peran dari pogram lainnya dalam kegiatan tersebut, seperti Promkes bisa mengisi kelas ibu hamil dengan penyuluhan interaktif atau dari segi advokasinya, gizi bisa mengisi materi mengenai Gizi saat Ibu hamil dan seterusnya.
Peran ini harus diidentifikasi, begitu pun peran dari lintas sektor perlu diidentifikasi melalui rapat lokmin lintas sektoral pertama. Hal ini bertujuan agar program yang ada di Puskesmas diketahui dan didukung oleh lintas program dan lintas sektor dengan ikut andil berpartisipasi baik secara regulasi maupun teknis di lapangan.
Budaya konsultasi, pengarahan dan pembinaan juga harus digalakkan di Puskesmas.
Penanggung jawab program, Kepala Tata Usaha dan Kepala Puskesmas harus rutin memberikan arahan dan pembinaan secara periodik yang terjadwal baik melalui rapat lintas sektor, apel pagi, pendampingan di lapangan, menelaah dokumen kegiatan dan capaian kinerja.
Hal ini bertujuan agar kegiatan yang ada dipantau dan pelaksana kegiatan dan pelayanan mendapatkan motivasi setelah mendapat arahan dan pembinaan dari pimpinan. Penanggung jawab program dan pimpinan mengarahkan dan membina dengan pendekatan personal agar pegawai merasa telah diapresiasi kerja keras mereka.
Sebaliknya, budaya konsultasi pun harus digalakkan di Puskesmas, komunikasikan sesegera mungkin jika ada kendala atau ide inovasi dari pelaksana program/pelayanan kepada penanggung jawab program dan pimpinan agar ditindaklanjuti segera mungkin. Sering-seringlah Puskesmas melakukan program transfer knowledge misalnya dari bidan koordinator, atau bahwa dari tim IT sharing mengenai pengoperasian komputer sebagai skill dasar.
  1. Manajemen Sarana Prasarana dan Alat Medis dan Non Medis
Point ini sangat vital di Puskesmas namun masih ada juga yang kurang memperhatikan menajemen sarpras dan alat-alat. Ada yang biarkan alat-alat berkarat, kurang terurus, alat sterilisasi kurang, alat-alat ukur tidak dikalibrasi dan lain sebagainya. Apa yang harus dilakukan dalam manajemen sarpras ini?
Pengelola barang atau bendahara barang yang telah ditunjuk harus memahami uraian tugasnya. Bendahara barang pertama-tama membuat daftar inventaris sarana prasarana dan alat-alat medis maupun non medis. Kemudian membuat rencana dan jadwal pemeliharaannya. Persoalan pemeliharaan bukan saja urusan bendahara barang, namun tanggung jawab setiap pegawai baik di Puskesmas maupun Pustu.
Melalui ceklis pemeliharaan disetiap ruangan, bendahara barang melakukan monitoring rutin untuk mengetahui mana barang atau alat yang memerlukan perbaikan atau kalibrasi. Di awal tahun, bendahara barang juga menjadwalkan kalibrasi alat yang tentunya disesuaikan dengan perencanaan Puskesmas.
Hal yang tidak kalah penting yaitu sterilisasi alat, sterilisasi harus dijadwalkan dan dimonitoring serta dibuatkan tindaklanjut jika ditemukan proses sterilisasi yang tidak sesuai prosedur.
  1. Keuangan Harus Dikelola Dengan Baik
Tak hanya dikelola dengan baik, dalam proses pengelolaan keuangan harus transparan dan akuntabilitas. Bendahara harus paham dengan uraian tugas dan juknis panduan pengunaan anggaran.
Perlu keterkaitan perencanaan dengan pengelolaan keuangan (ini akan dibahas saat perencanaan puskesmas). Bendahara harus jelas bukti pembukuan keuangannya bahkan jika perlu diadakan audit eksternal maupun audit internal rutin untuk melihat sejauh mana penyerapan dan peruntukan dana, apakah sudah menunjang dengan baik kegiatan yang sesuai visi misi dan tujuan atau belum.
Selain itu, banyak pegawai Puskesmas yang mengharapkan agar transparansi keuangan terbuka dalam sebuah forum. Hal ini agar diketahui sejauh mana penyerapan dan peruntukkannya dan juga sisi mana yang masih lemah dalam penyerapannya. Ini bertujuan untuk mencari solusi bersama dalam penyerapannya.
Lagi-lagi harus mengedepankan komunikasi dalam pengelolaannya. Ibarat lagu “Jangan ada dusta diantara kita”.
  1. Perkuat Visi Misi, Tujuan, Tata Nilai dan Kebijakan Mutu
Visi Misi Tujuan dan Tata Nilai serta Kebijakan Mutu Puskesmas bukan hanya sekedar disusun lalu dipajang dalam bingkai dan menjadi pelengkap dinding puskesmas. Tetapi menjadi arah Puskesmas, setiap kegiatan dan pelayanan Puskesmas haruslah mencerminkan visi misi tujuan dan tata nilai serta kebijakan mutu ini.
Oleh sebab itu, perlu disosialisasikan oleh Puskesmas secara rutin baik internal dan eksternal mengenai visi misi tujuan dan tata nilai Puskesmas, misalnya saat apel pagi, bisa sesekali membacakan visi misi tata nilai dan kebijakan mutu ini secara bergiliran.
Selain disosialisasikan, yang lebih penting lagi ialah perlu evaluasi sejauh mana kegiatan dan pelayanan yang dilakukan telah mewujudkan visi misi tujuan dan tata nilai serta kebijakan mutu yang sudah disusun sebelumnya.
  1. Manajemen Sumber Daya Manusia Puskesmas
Puskesmas harus memperkuat struktur organisasinya serta manajemen sumber daya manusianya. Kepegawaian bersama tim kredensial harus melakukan beberapa hal ini yaitu:
Pertama, menata profil seluruh kepegawaian dan disimpan dengan baik agar sewaktu-waktu dibutuhkan mudah untuk mendapatkan kembali.
Kedua, analisis kebutuhan tenaga dan rencana pemenuhan kebutuhan minimal bersurat kepada Dinas Kesehatan mengenai rencana pemenuhan kebutuhan tersebut.
Ketiga, perkuat struktur organisasi dan uraian tugas setiap pegawai di Puskesmas, ini bisa mengacu pada Permenkes Nomor 75 Tahun 2014. Pastikan setiap jenis tenaga harus menerima dan mengetahui SK uraian tugas pokok dan uraian tugas integrasi. Secara berkala perlu ada monitoring sejauh mana uraian tugas ini telah dilaksanakan oleh pegawai puskesmas.
Keempat, puskesmas juga harus menelaah kompetensi tenaga yang ada dan dibandingkan dengan standar kompetensi yang diembannya. Jika tidak memenuhi syarat, maka harus membuat rencana pengembangan kompetensi seperti lanjut sekolah dan mengikuti pelatihan. Tak berhenti disitu, setelah mengikuti pelatihan atau pendidikan pun harus dipantau kinerja pegawai tersebut pasca pendidikan dan pelatihan.
Kelima, karyawan baru harus mendapat orentasi sesuai jadwal yang ditetapkan.
  1. Sistem Informasi Puskesmas dan Pengendali Dokumen dan Arsip Diperkuat
Apakah di puskesmas anda telah tertata dengan baik data dan informasinya? Data dan informasi sangat penting, Puskesmas perlu berbenah terkait ini.
Semua pelaporan dan data harus satu pintu melewai sistem informasi puskesmas. Jika pemegang program/unit melapor ke dinas kesehatan, harus melewati pengantar dari sistem informasi puskesmas.
Hal ini untuk menertibkan data-data yang ada di Puskesmas terlebih lagi untuk kepentingan analisis dan perencanaan tentu sangat ditunjang dengan data yang valid.
Oleh sebab itu, petugas SIP Puskesmas harus peka dengan pelaporan yang ada disetiap program dan unit pelayanan. Bukan hanya sekedar  pelaporan, tetapi bagaimana data tersebut menjadi informasi yang bermanfaat yang dijadikan acuan untuk kebijakan kepala Puskesmas.
Hal lain yang perlu diperkuat yaitu pengendalian dokumen dan arsip. Kepala Tata Usaha dan tim pengendali dokumen dan arsip harus ekstra menata dokumen yang ada.
Setiap SK, pedoman, panduan, KAK, SOP surat masuk dan surat keluar serta dokumen-dokumen kegiatan harus tertata dengan baik. Jika sewaktu-waktu dibutuhkan dapat dengan mudah diambil.
Selain itu, Puskesmas sering mengeluh karena lemah dalam hal dokumentasi kegiatan. Ingatlah prinsip DAUN setiap melakukan pertemuan atau kegiatan yaitu D=Dokumentasi, A=Absensi, U=Undangan, N=Notulen.
  1. Tertib Administrasi Harus Dipatuhi
Hal yang wajib dilakukan oleh Puskesmas adalah tertib administrasi dalam penyelenggaraan pelayanan. Pelayanan harus se-efektif dan se-efisien mungkin dilaksanakan tentu dengan menjaga mutu pelayanan.
Puskesmas harus menyusun prosedur kegiatan dan duduk bersama menyepakati tatanaskah, alur pelaporan, alur pendokumentasian dokumen dan lain sebagainya.
Khususnya tatanaskah, ini sangat penting bagi Puskesmas untuk mengseragamkan format-format yang ada di Puskesmas. Misalnya format SOP, format notulen, format absensi, format pelaporan dan lain sebagainya diatur dalam tata naskah tersebut.
Oleh sebab itu, pedoman penyusunan dokumen dan tata naskah ini harus disosialisasikan ke semua pegawai yang ada di Puskesmas. Awalnya akan terasa berat dengan semua itu, namun dengan saling mendukung pasti akan terlaksana dengan baik.
  1. Peraturan Internal dan Indikator Perilaku Klinis Harus Dilaksanakan
Puskesmas harus menyusun dan menyepakati bersama peraturan internal ini (code of conduct) yang mengatur perilaku setiap pegawai Puskesmas bahkan kepala Puskesmas sekali pun. Apa saja peraturan internal tersebut?
Misalnya budaya malu; malu datang terlambat, malu pulang cepat, malu kerja tanpa sop, dan lain sebagainya. Begitu juga dengan perilaku klinis harus ditetapkan misalnya penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan lain sebagainya.
Harus ada petugas yang ditunjuk untuk memantau indikator perilaku ini secara berkala. Hal ini bertujuan untuk menjaga kualitas SDM dan tentunya kualitas pelayanan di Puskesmas. Jika ditemukan masih ada pegawai yang tidak mematuhi indikator perilaku ini maka perlu dilakukan pembinaan.
  1. Manajemen Risiko Dijalankan dengan Baik
Penyelenggaraan kegiatan dan pelayanan akan diperhadapkan dengan risiko yang akan menghambat atau menimbulkan kerugian sehingga harus di-manaje dengan baik.
Puskesmas harus menentukan dimana area prioritas fungsi dan proses pelayanan atau kegiatan mana yang perlu dibenahi. Ini ditentukan dengan 3 H dan 1 P yaitu High Risk, High Volume, High Cost, dan kecenderungan terjadi masalah (Problem Prone).
Proses selanjutnya yaitu identifikasi risiko bisa melalui audit, keluhan atau insidens yang terjadi. Kemudian dilakukan analisis risiko bisa menggunakan metode severity assessment dengan memilih kejadian yang akan di-investigasi, atau root cause analysis untuk menganalisis akar penyebab kejadian yang telah terjadi, atau FMEA/ Failure Mode and Effect Analysis yang bersifat hipotesis.
Prinsipnya adalah petugas yang berkewajiban mengaudit harus peka mencari penyebab masalah apa yang terjadi, mengapa bisa terjadi, apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi kejadian tersebut dan seterusnya hingga diperoleh akar penyebabnya. Kemudian dibuat rencana tindak lanjut untuk mengatasi kejadian yang berisiko atau meminimalkan potensi risiko terjadi dikemudian hari.
  1. Jejaring dan Jaringan
Sekilas mengutip Permenkes Nomor 74 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat bahwa salah satu pola struktur organisasi puskesmas yaitu adanya penanggung jawab jaringan pelayanan Puskesmas dan jejaring pelayanan kesehatan.
Ini yang jarang dilirik oleh Puskesmas dalam penguatan sistemnya. Padahal jejaring dan jaringan ini bertujuan untuk mendukung meningkatkan aksesibilitas pelayanan. Jejaring yang dimaksud yaitu klinis, rumah sakit, apotek, laboratorium, dokter praktek mandiri, dan faskes lainya.
Sedangkan jaringan yaitu pustu, pusling, bidan desa. Apa yang harus dilakukan oleh PJ jejaring dan jaringan ini?
Pertama, harus melakukan mengidentifikasi jejaring dan jaringan yang ada di wilayah kerjanya.
Kedua, menyusun pembinaan kepada jejaring dan jaringan tersebut tentu harus melibatkan lintas program. Misalnya pembinaan dan pemantauan di Apotik, bisa melibatkan apoteker puskesmas untuk melakukan pembinaan atau pemantauan. Contoh lain, bisa bekerja sama dengan petugas imunisasi dan KIA KB saat melakukan supervisi supportif di bidan desa.
Ketiga, Kemudian dianalisis sejauh mana hasilnya, kemudian dibuatkan rekomendasi jika ada yang tidak sesuai dengan aturan.
  1. Manajemen Puskesmas (P1, P2, P3) diimpelentasikan
Perencanaan
Perencanaan di Puskesmas haruslah melalui tahapan yang sesuai prosedur. Luaran perencanaan Puskesmas ini dapat berupa Renstra 5 tahunan, RUK Puskesmas, RKA, RPK Puskesmas dan harus disinkronkan dengan pendanaan di PKM baik JKN, BOK, Jampersal maupun dana lainnya. Adapun proses perencanaan ditingkat Puskesmas yaitu:
  1. Puskesmas menyusun jenis kegiatan dan pelayanan berdasarkan kebutuhan dan harapan masyarakat dan juga capaian yang ada di Puskesmas. Proses untuk mendapatkan data tersebut diantaranya melalui pendataan keluarga sehat, survei SMD, hasil MMD, forum-forum masyarakat atau lintas sektor, data-data epidemiologi, capaian kinerja, dan data-data lainnya di Puskesmas.
  2. Mengidentifikasi masalah kesehatan dan potensi pemecahannya
  3. Melakukan prioritas masalah kesehatan
  4. Membuat rumusan masalah
  5. Mencari penyebab masalah kesehatan
  6. Menetapkan cara pemecahan masalah
  7. Memasukkan pemecahan masalah ke dalam rencana usulan kegiatan
  8. Menyusun rencana pelaksanaan kegiatan
Tahapan ini harus diperkuat di Puskesmas, karena masih ada juga puskesmas yang hanya mengkopi paste rencana tahun yang lalu. Hal yang perlu digaris bawahi adalah perencanaan Puskesmas harus menampung aspirasi dari masyarakat, lintas sektor dan lintas program tentunya melalui lokakarya atau forum-forum masyarakat. Oleh karena itu harus ada kesadaran duduk bersama memikirkan permasalahan yang terjadi dan melahirkan program-program inovatif bersama untuk mengatasi masalah tersebut.
Penguatan Penggerakan dan Pelaksanaan
Program dan pelayanan yang telah rencanakan dan dijadwalkan pada RPK bulanan kemudian dilaksanakan baik itu intervensi berbasis keluarga, pelayanan di dalam gedung maupun program-program intervensi luar gedung yang bersentuhan langsung dengan sasaran tentu dengan memperhatikan hak dan kewajiban pengguna serta sasaran kegiatan.
Proses pada P2 ini yaitu pengarahan dan penggerakkan petugas bisa melalui lokakarya mini bulanan termaksud penggerakkan lintas sektor agar penyelenggaraan kegiatan dan pelayanan bisa berjalan efektif dan tepat sasaran.
Perlu menjadi catatan yaitu kualitas lokakarya mini bulanan dan lintas sektor ini perlu harus diperhatikan. Pemerintah sudah mengeluarkan Permenkes nomor 44 tahun 2016 mengenai Manajemen Puskesmas dan juga Pedoman Manajemen Puskesmas dengan Pendekatan Keluarga, ini sebagai referensi Puskesmas utama dalam penguatan penggerakan dan pelaksanaan kegiatan dan pelayanan Puskesmas.
Pengawasan Pengendalian dan Penilaian
Untuk pengawasan dapat berupa pengawasan internal yang dilakukan oleh Kepala Puskesmas, setiap penanggung jawab, tim mutu dan tim audit internal.
Pengawasan internal termaksud monitoring ketepatan jadwal, waktu, tempat dan sasaran yang dilakukan oleh pimpinan Puskesmas dan penanggung jawab kepada pelaksana program atau pelayanan. Pengawasan lainnya yaitu secara eksternal dari lintas sektor, dinas kesehatan, masyarakat.
Pengawasan dan pengendalian kegiatan dan pelayanan dapat melalui lokmin, pertemuan diluar lokmin maupun pemantauan secara langsung di lapangan.
Tujuannya yaitu meninjau sejauh mana proses kegiatan yang sudah berjalan, apa saja kendala dan hambatan yang dihadapi pelaksana program dengan mengumpulkan capaian kinerja, kemudian dianalisis dan dibuat rencana tindak lanjut untuk memperbaiki kinerja.
Selain itu, pengawasan dan pengendalian juga melalui lokakarya mini lintas sektor, prosesnya yaitu meninjau sejauh mana kerja sama lintas sektor dan tentu memperkuat komitmen bersama dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Pada proses pengawasan dan pengendalian ini juga perlu melakukan evaluasi akses diantaranya akses informasi (apakah masyarakat mudah mendapatkan informasi kesehatan, informasi alur dan tahapan kegiatan dan lainnya) dan akses menjangkau lokasi kegiatan (apakah sasaran atau masyarakat mudah menjangkau lokasi kegiatan puskesmas atau tidak).
Penilaian kinerja mengevaluasi sejauh mana upaya untuk mencapai indikator kinerja manajerial, UKM dan indikator mutu klinis UKP yang sudah disusun diawal tahun. Penilaian kinerja ini dilakukan pertengahan tahun dan diakhir tahun melalui lokmin atau penilaian oleh dinas kesehatan setempat.
  1. Tim Komunikasi Informasi dan Penanganan Pengaduan Publik
Tim ini melakukan tugasnya dengan berkolaborasi pada setiap pegawai dalam pelaksanaan pengelolaan komunikasi informasi dan penanganan pengaduan public.
Secara rutin mengumpulkan informasi hasil survey assesment (survei kepuasan pelanggan, survei umpan balik dari pemegang program dan lain-lain), mengumpulkan informasi keluhan yang masuk ke call center, kotak saran, tatap mukalangsung melalui unit pelayanan, pustu dan poskesdes.
Tim ini juga berupaya mendekatkan akses masyarakat terhadap informasi pelayanan atau kegiatan yang dilakukan oleh Puskesmas dengan memanfaatkan sumber daya yang ada (brosur, leaflet dll, temaksud media cetak elektronis atau sosial media).
  1. Penanggung Jawab Mutu dan Tim Menjadi Ujung Tombak Mutu Pelayanan
Tim ini menjadi kunci atau garda terdepan dalam menjaga kualitas pelayanan di Puskesmas. Hal yang dilakukan oleh tim ini secara garis besar yaitu;
Pertama, mengajak semua pegawai untuk mengikrarkan komitmen mereka untuk memberikan pelayanan yang berkualitas.
Kedua, bersama-sama semua pegawai menyusun indikator kinerja manajerial, kinerja UKM dan mutu klinis, indikator perilaku klinis serta kebijakan mutu dan sasaran keselamatan pasien.
Ketiga, menyusun dan mengosialisasikan manual mutu atau pedoman mutu yang digunakan puskesmas sebagai pedoman untuk memberikan pelayanan yang berkualitas.
Keempat, membuat rencana peningkatan mutu.
Kelima, secara berkala mengumpulkan data indikator mutu/kinerja dari setiap program dan unit kemudian dibuatkan rencana peningkatan dan perbaikan mutu secara berkesinambungan.
Keenam, bersama-sama tim manajemen risiko meminimalisir kejadian-kejadian yang menimbulkan risiko kerugian atau dampak negatif. Ketujuh, bersama-sama dengan tim audit internal melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan kegiatan dan pelayanan di Puskesmas.
Ketujuh, merencanakan kajibanding ke puskesmas lainnya yang memiliki capaian kinerja atau pelayanan yang lebih baik. Hal ini bertujuan untuk membandingkan kinerja dengan puskesmas kaji banding dan melihat kiat-kiat yang berhasil dilakukan oleh puskesmas tersebut dalam melaksanakan kegiatan/pelayanan.
  1. Membangun Mindset Biasakan yang Benar, Bukan Benarkan yang Bisa
Saat ini Puskesmas tengah menghadapi akreditasi. Banyak tantangan yang dihadapi oleh Puskesmas. Bahkan ada juga yang mengeluh karena terlalu banyak SK, pedoman, panduan, kerangka acuan dan SOP yang harus dibuat.
Sebaliknya, ini akan melindungi petugas dalam melaksanakan kegiatan dan pelayanan baik di dalam gedung maupun di luar gedung. Mindset biasakan yang benar bukan benarkan yang biasa harus digaungkan di Puskesmas.
Bekerja harus sesuai dengan prosedur yang ada, ini selain menjaga kualitas pelayanan juga untuk safety bagi petugas. Yuk, berbenah secara sistem dan biasakan melakukan sesuai prosedur yang ada.
  1. Lingkungan Puskesmas Sehat
Sama halnya dengan sarana prasarana dan peralatan. Puskesmas juga harus mewujudkan lingkungan yang sehat (lingkungan fisik, instalasi listrik, air, ventilasi, dan limbah berbahaya, limbah medis, sistem lain yang dipersyaratkan diperiksa secara rutin, dipelihara dan diperbaiki.
Terdapat istilah dalam pemeliharaan sarpras dan lingkungan yang sehat yaitu 5 R; Ringkat/ Pemilahan, Rapih/ Penataan, Resik/ Pembersihan, Rawat/ Pemeliharaan, Rajin/ Pembiasaan.
Setiap anggota Puskesmas wajib menjalankan prinsip 5 R ini. Untuk mewujudkan lingkungan sehat petugas kesling, clealing service, serta pegawai lainnya melakukan hal-hal berikut ini;
Pertama, melakukan inventarisir sistem lingkungan termaksud invetarisir bahan berbahaya (kimia, gas, uap, limbah medis dan infeksius) yang ada di puskesmas.
Kedua, melakukan jadwal pemeliharaan.
Ketiga, pemeliharaan, pemantauan, perbaikan lingkungan fisik, instalasi listrik, air dll, serta penanganan bahan berbahaya. Masyarakat sehat? dimulai dari Puskemas sehat.
  
Dicopy dari :Portal Kesmas ID