Kamis, 24 Oktober 2019

Siapa saja yang bisa menjadi peserta BPJS Kesehatan?

Semua warga Indonesia diberbagai usia bisa menjadi peserta BPJS Kesehatan, bahkan warga negara asing yang bekerja di Indonesia minimal enam bulan juga bisa mendaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan. Perihal kepersertaan telah diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2011 Tentang BPJS Pasal 1.

Apakah wajib punya BPJS Kesehatan jika sudah ada asuransi kesehatan dari swasta?

BPJS Kesehatan merupakan program pemerintah, dan hal ini akan berlaku wajib untuk seluruh masyarakat Indonesia. Sementara asuransi kesehatan yang dibeli dari perusahaan swasta sifatnya opsional (pilihan). Artinya, Anda wajib memiliki asuransi kesehatan BPJS Kesehatan meskipun sudah memiliki asuransi kesehatan dari perusahaan swasta.

Bagaimana cara menjadi peserta BPJS Kesehatan?

Anda bisa mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Pendaftaran terbagi menjadi dua, yaitu bagi Pekerja Penerima Upah (PPU), yang didaftarkan langsung oleh perusahaan, dan Peserta Mandiri, yang pendaftarannya dilakukan sendiri di kantor cabang BPJS Kesehatan terdekat.
Ulasan lengkap cara daftar BPJS Kesehatan secara online atau offline ada di artikel : Proses dan Daftar BPJS Kesehatan 2019
Daftar menjadi peserta BPJS  Kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN BPJS Kesehatan, caranya:
  1. Unduh dulu aplikasi Mobile JKN di App  Store atau Google Play Store
  2. Buka aplikasi
  3. Pilih menu Pendaftaran Peserta Baru
  4. Setujui syarat dan ketentuan
  5. Masukkan NIK di e-KTP dan otomatis akan muncul nama-nama anggota keluarga Anda
  6. Isi data seluruh anggota keluarga
  7. Masukkan alamat email, nomor ponsel, dan Anda akan mendapat nomor virtual account
  8. Lakukan pembayaran iuran
  9. Jika belum mendapat nomor peserta, bisa menghubungi Care Center BPJS  Kesehatan di nomor 1500 400
  10. Nanti Anda akan mendapat nomor peserta
  11. Masuk ke aplikasi Mobile JKN lagi, dan lakukan pendaftaran pengguna mobile
  12. Setelah itu, Anda bisa mendapat informasi e-ID dan mencetaknya agar dapat memperoleh akses jaminan kesehatan dari BPJS Kesehatan.

Berapa tarif iuran BPJS Kesehatan Terbaru?

Di tahun 2019 ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengusulkan tarif iuran BPJS Kesehatan akan naik. Kenaikan harga akan mulai berlaku pada 1 Januari 2020.
Berikut perubahan tarif iuran BPJS Kesehatan yang harus dibayarkan perorangnya:
  • BPJS Kesehatan Kelas 1 dari Rp80.000/bulan menjadi 000/bulan
  • BPJS Kesehatan Kelas 2 dari Rp59.000/bulan menjadi 000/bulan
  • BPJS Kesehatan Kelas 3 dari Rp25.000/bulan menjadi 000/bulan

Apakah ada perbedaan antara peserta kelas I, II dan III?

Ya, ada. Setiap kelas yang didaftarkan peserta memiliki perbedaan pada pelayanan non-medisnya saja, seperti ruang inap jika peserta BPJS Kesehatan memerlukan perawatan inap. Misal jika kelas 3, maka rawat inap pada umumnya berisi 5 orang, kelas 2 berisi 3 orang dan kelas 1 hanya berisi 2 orang saja. Sementara pelayanan lainnya mulai dari tindakan medis, kualitas obatan dan sebagainya adalah sama.

Apakah bisa bila peserta ingin pindah kelas rawatan ke yang lebih tinggi?

Ya, bisa. Hanya saja peserta harus menanggung selisih biaya yang dibebankan kepada peserta

Bagaimana cara cek tagihan dan cara bayar iuran BPJS Kesehatan?


Cara cek tagihan dan membayar iuran BPJS Kesehatan bisa dilakukan secara offline dan online. Offline artinya Anda bisa datang langsung ke kantor cabang BPJS Kesehatan dan cara ini tak praktis.
Sebaiknya Anda gunakan cara online yaitu :
  1. Buka website resmi BPJS : https://bpjs-kesehatan.go.id
  2. Pada halaman utama sebelah kiri klik menu “Cek Iuran BPJS Kesehatan”
  3. Setelah halaman baru muncul pada layar, Anda akan diminta untuk mengisi dua kolom yang terdiri dari Nomor Kartu dan Tanggal Lahir Anda sebagai pemegang kartu BPJS tersebut.
  4. Setelah mengisi kedua kolom tersebut, Anda juga harus mengetikkan Angka Validasi yang tertera di sana. Kemudian klik “Cek”. Rincian pembayaran Anda akan muncul pada layar. Rincian ini meliputi pembayaran yang telah dilakukan dan juga tagihan yang belum dibayarkan.
Cek tagihan BPJS Kesehatan melalui Aplikasi Mobile JKN
  1. Unduh dan instal aplikasi mobile JKN dari ponsel lewat Google Play Store atau App Store
  2. Registrasi untuk membuat akun
  3. Masuk ke akun mobile JKN Anda
  4. Pilih menu Tagihan, lalu Premi. Nanti akan tertera informasi tagihan dan pembayaran iuran BPJS Kesehatan.
Cara Bayar Iuran BPJS Kesehatan Online : Tak perlu repot Anda bisa membayar BPJS Kesehatan melalui transfer bank di ATM BRI, BNI, Bank Mandiri, BTN, BCA. Bayar BPJS Kesehatan langsung di Indomaret,PPOB (seperti Bebas Bayar,PayFazz dll) dan Alfamart, atau bayar BPJS Kesehatan online di Tokopedia dan Bukalapak.
Bagi Yang Mau agen Pembayaran bisa juga Buka link Berikut
https://ajakteman.link/?b=5619dbb0 untuk android silahkan buka htps://bebasbayar.link/Ko7UJ


Rabu, 27 Maret 2019

Waspada! 6 Efek Buruk Minum Sambil Berdiri, Bisa Berisiko

Kebiasaan minum sambil berdiri mungkin sering kamu lakukan. Selain lebih praktis juga dianggap lebih cepat. Namun dibalik kepraktisan itu ternyata menyimpan bahaya tersendiri. Minum sambil berdiri memberikan efek buruk bagi kesehatan.
Minum air dengan cara menenggak© pixabay.com Minum air dengan cara menenggak
Dilansir TribunTravel.com dari laman articlesofhealthcare.com berikut 6 efek yang dapat ditimbulkan dari makan sambil berdiri.
1. Risiko arthritis
arthritis (medicalnewstoday)© Disediakan oleh PT. Tribun Digital Online arthritis (medicalnewstoday)
Bagaimana bisa? Air yang masuk ke dalam pencernaan ketika kita berdiri, membuat keseimbangan cairan tubuh terganggu. Akibatnya penumpukan cairan di beberapa sendi dalam tubuh, sehingga memicu peradangan atau nyeri pada persendian.
Beberapa kemungkinan lainnya adalah bengkak sendi, kaku dan sulit untuk bergerak. Ini dikenal sebagai arthritis.
2. Pencernaan terganggu
Ilustrasi (verywell.com)© Disediakan oleh PT. Tribun Digital Online Ilustrasi (verywell.com)
Kebiasaan minum sambil berdiri dapat menyebabkan pencernaan terganggu. Bahkan dalam jangka panjang dapat merusak dinding perut dan saluran pencernaan.
Jika posisi untuk minum sambil duduk, maka otot-otot perut dan pencernaan 
menjadi santai. Air yang masuk diserap dengan mudah.
3. Tak mudah membuat rasa haus hilang
Haus (Ilustrasi)© Disediakan oleh PT. Tribun Digital Online Haus (Ilustrasi)
Minum sambil berdiri akan membuat dahaga sulit hilang karena penyerapan air tidak bekerja dengan baik. Bahkan perut bisa tiba-tiba sakit.
4. Ginjal kurang optimal menyaring air
Ilustrasi (Qunki.com)© Disediakan oleh PT. Tribun Digital Online Ilustrasi (Qunki.com)
Ginjal yang bertugas menyaring air dapat kurang optimal dalam bekerja jika kamu minum berdiri.
5. Tidak bisa mencairkan kadar asam
Posisi berdiri sambil minum dapat mengganggu proses pengenceran kadar asam dalam tubuh.
Idealnya air yang dinikmati sambil duduk perlahan-lahan dapat menyesuaikan kebutuhan tubuh untuk berbagai hal, termasuk menipiskan kadar asam dalam darah minum.
6. Mulas
Air yang masuk secara bersamaan ke dalam perut tanpa penyaringan dari sphincter (otot yang bekerja di tenggorokan) dapat memicu mulas, karena langsung memasuki perut.
Isi perut bisa berbalik kembali ke tenggorokan membawa asam lambung yang menyebabkan panas.



Minggu, 27 Januari 2019

TP-Link Router

TP-Link juga merupakan router yang sangat umum digunakan oleh para pengguna WiFi. Anda juga bisa membatasi kecepatan WiFi di TP-Link dan beginilah langkah-langkahnya:

Anda bisa langsung masuk dengan alamat IP pada router dan log in dengan identitas pengguna router. Kemudian, Anda bisa klik DHCP >> DHCP Client. Nah, Anda bisa melihat setiap alamat IP dari perangkat yang menggunakan akses WiFi Anda, catat alamat IP-nya. Jika sudah mengetahui alamat IP yang ingin Anda batasi kecepatan WiFi-nya, kini Anda bisa langsung menuju Control >> Rule List. Dan sekarang saatnya Anda mengisi alamat IP yang ingin Anda batasi kecepatannya. Jangan lupa untuk isi kolom Egress Bandwidth & Ingress Bandwidth dengan angka yang sama. Untuk kolom lainnya, biarkan saja dan tidak perlu diisi apapun. Sudah selesai? Nah, Anda bisa langsung klik Save. Kini, Anda sudah membagi dan membatasi kecepatan WiFi.

*Jika Anda mengambil referensi dari artikel ini, mohon kerendahan hatinya untuk mencantumkan link sumber ini: https://carisinyal.com/cara-membatasi-kecepatan-wifi/

Jumat, 25 Januari 2019

3 Cara Membatasi Penggunaan Wifi

1. Menggunakan NetLimiter NetLimiter menjadi salah satu cara untuk membatasi kecepatan pada Wifi Anda. Ini adalah sebuah program yang bisa mengatur bandwidth Wifi. Software yang satu ini cukup populer dan mumpuni. Untuk caranya, bisa ikuti langkah-langkah berikut ini: Pertama, tentu saja Anda harus memiliki software-nya terlebih dahulu dan install pada PC / laptop Anda, bisa unduh aplikasinya di sini. Setelahnya, Anda bisa langsung buka aplikasi NetLimiter dan Anda bisa melihat daftar proses aplikasi yang sedang berjalan pada laptop / PC. Di sini juga, Anda bisa lihat proses aplikasi yang melibatkan internet, apakah ada perangkat atau aplikasi yang menyedot internet terlalu banyak atau tidak. Lalu, untuk membatasi kecepatan internet, Anda bisa checklist pada bagian download limit (DL) dan upload limit (UL). Jangan lupa untuk klik KB/s, secara otomatis akan muncul RuleEditor. Selanjutnya, Anda ubah angka pada bagian Value > Limit dengan batasan angka yang ingin Anda batasi. Terakhir, bisa langsung klik save. Mudah dan sangat simpel, kan? 2. Menggunakan P2pover P2pover juga sama-sama aplikasi yang bisa mengatur atau membatasi bandwidth yang digunakan pada Wifi. Tidak kalah bagusnya dengan NetLimiter, Anda juga bisa mengaturnya dengan mudah dan praktis. Jika ingin tahu caranya, bisa langsung cek langkah-langkahnya berikut ini: Langkah awal, tentunya Anda harus memiliki software P2pover ini di perangkat PC / laptop. Anda bisa mengunduh software-nya dengan klik di sini. Jika Anda sudah memiliki aplikasinya, Anda bisa langsung jalankan aplikasi tersebut, lalu pilihlah system setting dan pilihlah adaptor jaringan yang digunakan oleh Anda. Sudah selesai? Langsung saja Anda klik OK. Langkah berikutnya adalah, Anda bisa memilih menu Schedule Setting > New (N). Nah, pada tahap ini, Anda bisa memberi nama di bagian Schedule’s Name. Setelah Anda memberi nama pada bagian schedule, kemudian Anda bisa langsung pilih Select All (A) dan bisa langsung klik OK. Selanjutnya, Anda bisa menutup menu schedule setting yang masih terbuka. Saatnya Anda membatasi kecepatan Wifi dengan klik option > Rules Setting > New. Jangan lupa untuk memberi nama pada bagian Rules Name, bisa diisi dengan nama apapun sesuai dengan keinginan Anda. Jika sudah selesai, Anda bisa langsung pilih Schedule yang sebelumnya sudah Anda buat. Berikutnya, Anda bisa tentukan besaran pada bagian Incoming (download) dan Outgoing (Upload). Silakan untuk mengaturnya sesuai dengan kebutuhan dan keinginan Anda. Selesai mengatur tingkat download dan upload, Anda bisa langsung klik Next > Finish dan tutuplah menu Rules Setting. Masih berlanjut, Anda bisa langsung klik Scan (logo kaca pembesar) untuk menampilkan daftar perangkat yang aktif menggunakan jaringan Wifi Anda. Jika Anda melihat perangkat (PC/laptop) yang ada di urutan paling atas, artinya itu adalah Local Host, komputer yang sedang Anda gunakan untuk mengatur kecepatan Wifi. Nah, untuk mengontrol setiap pengguna Wifi Anda, bisa pilih opsi Control All > Start. Anda bisa mengontrol setiap perangkat yang sedang terhubung pada Wifi Anda dan klik kanan pada salah satu perangkat yang sedang terhubung dengan Wifi, lalu klik Apply Rule to Host Selected. Selesai, kini tidak ada sembarang perangkat yang menyedot Wifi secara berlebihan. Anda juga bisa memblokir perangkat dengan klik Drop Host Selected pada perangkat yang sedang menggunakan jaringan Wifi Anda. 3. Fitur Bandwidth Management pada Router Yang namanya Wifi pasti ada router-nya. Nah, di setiap router juga biasanya memiliki fitur yang namanya Bandwidth Management, fitur bawaan dari vendor. Namun, untuk cara penggunaannya pun berbeda dan tergantung dengan tipe router setiap vendornya. Tapi tenang saja, tidak banyak yang berbeda, kok. Bahkan, Anda juga bisa mengikuti petunjuk yang ada di buku panduan router masing-masing untuk memudahkan Anda dalam mengatur kecepatan dan limitasi penggunaan Wifi. Nah, di sini akan kami berikan tutorial untuk cara membatasi penggunaan Wifi pada router Tp-Link. Ikuti beberapa langkah berikut ini: Langkah awal, Anda bisa membuka web browser di PC / latop dengan mengetikan IP Address Router pada bagian Address Bar Browser. Untuk IP Address-nya, Anda bisa cek buku panduan router yang Anda miliki. Setelah itu, Anda bisa langsung mengetikkan username dan password administrator. Jika Anda tidak mengetahui username dan password-nya, Anda bisa cek di buku panduan router. Setelah itu, Anda akan masuk ke panel router control. Selanjutnya, Anda bisa langsung klik Bandwidth Control > Control Setting pada menu. Kemudian, Anda bisa langsung klik Bandwidth Control > Rules List > New. Nah, kini Anda bisa langsung memasukkan atau mengetikkan IP Address yang ingin Anda batasi kecepatan internet Wifi-nya. Untuk membatasi hanya 1 IP Address (satu perangkat) saja, Anda bisa pilih Single IP. Namun, jika ada lebih dari satu IP Address yang ingin Anda batasi, maka pilihlah Range IP. Kemudian, Anda bisa mengatur kecepatan maksimal untuk upload melalui Port WAN dengan memilih Egress Bandwidth. Sedangkan untuk mengatur kecepatan download, Anda bisa memilih Ingress Bandwidth. Langkah terakhir, Anda bisa langsung beri tanda checklist untuk opsi Enable, hal ini menandakan bahwa pengaturan Anda akan diaktifkan. Lalu, Anda bisa langsung klik Save. Nah, seperti itulah cara membatasi penggunaan Wifi dengan mudah dan praktis. Anda bisa menggunakan software ataupun melalui router yang ada. Jika mengandalkan fitur pada router, pastikan Anda memiliki buku panduannya, ya. Punya cara mudah lainnya? Bagikan pada kami dan pembaca lainnya di kolom komentar. Ba

*Sumber : https://carisinyal.com/cara-membatasi-penggunaan-wifi/

Minggu, 20 Januari 2019

Cara Melindungi Dokumen Word Agar Tidak Bisa Diedit

Tujuan dari tutorial ini hampir sama dengan tutorial cara memberi password pada dokumen yang sebelumnya sudah pernah saya tuliskan. Jika di dalam tutorial tersebut orang yang tidak tahu passwordnya tidak akan bisa membuka dokumen, maka untuk kali ini orang yang membuka dokumen masih bisa membaca dan melihat isi dari dokumen Microsoft Word, namun tidak bisa melakukan pengeditan.
Hal ini terkadang memang perlu kita lakukan demi keamanan dokumen kita yang bisa dibilang penting. Contoh kecilnya saja anak sekolahan atau kuliahan saat mengerjakan suatu tugas yang lumayan banyak yang diketik di dalam Microsoft Word. Lalu secara iseng-isenngan ada teman yang membuka tugas kita tadi. Kemudian dengan sikap bercanda yang keterlaluan tugas kita diedit atau diberikan tulisan tambahan yang sangat menjengkelkan bagi diri kita yang sudah susah payah mengerjakannya.
Untuk mencegah dari kejahilan yang sudah saya contohkan di atas, lebih baik kita lakukan perlindungan terhadap dokumen-dokumen kita yang dirasa penting. Cukup dengan mengikuti tutorial singkat ini dan mempraktekkannya langsung, berikut langkah demi langkahnya :
  • Bukalah dokumen Microsoft Word yang ingin anda berikan perlindungan
  • Setelah terbuka, pilih tab menu Review
Cara Melindungi Dokumen Dokumen Ms Word
Menu Review
  • Lihat pada bagian pojok kanan atas, klik pada menu Protect Document. Lanjutkan dengan mengklik Restrict Formatting and Editing.
Cara Melindungi Dokumen Ms Word Agar Tidak Bisa Diedit
Protect Document
  • Pada jendela berikutnya, silahkan centang bagian Limit formatting to a selection of styles dan Allow only this type of editing in the document seperti yang sudah saya kasih tanda kotak merah di gambar. Jika sudah langsung saja klik Yes, Start Enfrorcing Protection
Melindungi Dokumen Word Agar Tidak Bisa Diedit
Start Enfrorcing Protection
  • Langkah terakhir, anda akan diminta untuk memberikan password keamanan pada jendela Start Enforcing Protection dan klik Ok kemudian jangan lupa dokumennya disave ulang kembali.
Melindungi Dokumen Ms Word Agar Tidak Bisa Diedit
Start Enforcing Protection
  • Untuk mencobanya, buka kembali dokumen yang tadi. Dan ini adalah tampilan dari dokumen yang berhasil dilindungi. Bisa dilihat semua tombol fitur-fitur dari Microsoft Word terkunci namun kita masih bisa membaca isi teks dari dokumennya.
Melindungi Dokumen Microsoft Word Agar Tidak Bisa Diedit
fitur dari Microsoft Word terkunci
  • jika ingin membuka kembali proteksinya, anda cukup kembali membuka Protect Document > Restrict Formatting and Editing (seperti langkah diatas)
Cara Melindungi Dokumen Agar Tidak Bisa Diedit
Restrict Formatting and Editing
  • Lihat pada bagian bawah sendiri, di sana klik Stop Protection
Melindungi Dokumen Agar Tidak Bisa Diedit
Stop Protection
  • Masukkan kata sandi yang anda gunakan
Cara Melindungi Dokumen Word Agar Tidak Bisa Diedit
Unprotect Document
  • Tools dan fitur-fitur Microsoft Word akan otomatis bisa digunakan lagi.
Cara Melindungi Dokumen Word
Toolbar microsoft word
yang perlu di ingat dalam melindungi dokumen word diatas adalah buatlah password yang mudah diingat oleh anda, karena jika lupa kata sandi maka dokumen tidak dapat di edit kembali dan hanya dapat di lihat saja, semoga tutorial ini dapat bermanfaat untuk anda.
KETERANGAN ARTIKEL INI COPY PASTE DARI http://jasaketikin.com/

Senin, 08 Oktober 2018

Inilah 12 Ketentuan dalam Perpres Jaminan Kesehatan yang Perlu Dicermati

Bayi baru lahir langsung dijamin JKN selama 28 hari.
Ady Thea DA
Inilah 12 Ketentuan dalam Perpres Jaminan Kesehatan yang Perlu Dicermati
Layanan BPJS Kesehatan di salah satu rumah sakit. Foto: RES
Program jaminan kesehatan nasional (JKN) yang diluncurkan sejak 1 Januari 2014 membawa perubahan besar terhadap pengelolaan kesehatan di Indonesia. Terlepas dari pro dan kontra dalam penyelenggaraannya, program JKN telah membuka akses lebar bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Fasilitas kesehatan juga membuat pelayanan khusus untuk para peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Pemerintah terus membenahi penyelenggaraan JKN. Teranyar adalah penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) No. 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Beleid itu mengganti Perpres 12 Tahun 2013 yang telah diubah beberapa kali yang terakhir melalui Perpres No. 28 Tahun 2016, yang mengatur masalah yang sama.
Butuh waktu dua tahun menunggu terbitnya Perpres No. 28 Tahun 2018. Tercatat sedikitnya ada 12 ketentuan yang penting diperhatikan dalam Perpres yang ditetapkan Presiden Joko Widodo pada 17 September 2018 itu. Pertama, peserta bukan penerima bantuan iuran (PBI) yang mengalami cacat total tetap dan tidak mampu, berhak menjadi peserta PBI. Penetapan cacat total tetap dilakukan oleh dokter yang berwenang.
Kedua, pasangan suami istri yang masing-masing merupakan pekerja, keduanya wajib didaftarkan sebagai peserta pekerja penerima upah (PPU) oleh masing-masing pemberi kerja. Suami, istri, dan anak dari peserta PPU berhak memilih kelas perawatan tertinggi. Ada tiga kelas perawatan dalam program JKN yakni kelas I, II, dan III.
Ketiga, bayi baru lahir dari peserta JKN wajib didaftarkan kepada BPJS Kesehatan paling lama 28 hari sejak dilahirkan. Peserta yang tidak mendaftarkan bayinya sebagaimana ketentuan tersebut bakal dikenakan sanksi. Perpres mengamanatkan ketentuan lebih lanjut mengenai pendaftaran bayi baru lahir itu diatur melalui Peraturan BPJS Kesehatan.
Keempat, pengenaan sanksi juga akan dilakukan jika peserta kategori pekerja bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP) belum mendaftarkan dirinya paling lambat 1 Januari 2019. Kelima, peserta yang pindah kerja wajib melaporkan data kepesertaannya dan identitas pemberi kerja yang baru kepada BPJS Kesehatan.
Keenam, peserta PPU yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) tetap dijamin BPJS Kesehatan paling lama enam bulan sejak di-PHK tanpa membayar iuran. Manfaat yang diberikan berupa pelayanan di ruang perawatan kelas III. Tapi PHK itu harus memenuhi beberapa kriteria meliputi PHK yang sudah ada putusan pengadilan hubungan industrial (PHI) dibuktikan dengan putusan/akta; PHK karena penggabungan perusahaan, dibuktikan dengan akta notaris; PHK karena perusahaan pailit atau mengalami kerugian, dibuktikan dengan putusan kepailitan; atau PHK karena pekerja sakit yang berkepanjangan dan tidak mampu bekerja, dibuktikan dengan surat dokter.
“Dalam hal terjadi sengketa atas PHK yang diajukan melalui lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial, baik Pemberi Kerja maupun Pekerja harus tetap melaksanakan kewajiban membayar Iuran sampai dengan adanya putusan yang berkekuatan hukum tetap,” begitu bunyi pasal 27 ayat (3) Perpres.
Ketujuh, batas upah paling rendah yang digunakan sebagai dasar perhitungan besaran iuran bagi peserta PPU di perusahaan swasta/BUMN/BUMD, yakni upah minimum kabupaten atau kota. Jika di daerah tersebut tidak ada upah minimum kabupaten atau kota, yang jadi dasar perhitungan yaitu upah minimum provinsi. Ketentuan ini tidak berlaku bagi perusahaan yang mendapatkan penangguhan dari kewajiban membayar upah minimum yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat.
Kedelapan, BPJS Kesehatan wajib mencatat dan menagih tunggakan iuran sebagai piutang BPJS Kesehatan paling banyak untuk 24 bulan. Kesembilan, setiap peserta berhak mendapat manfaat jaminan kesehatan yang bersifat pelayanan perorangan, mencakup pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Termasuk pelayanan obat, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai sesuai kebutuhan medis yang diperlukan peserta. Manfaat itu juga berlaku bagi bayi baru lahir dari peserta paling lama 28 hari sejak dilahirkan.
Kesepuluh, ada pelayanan kesehatan yang tidak dijamin program JKN antara lain pelayanan kesehatan akibat tindak pidana penganiayaan, kekerasan seksual, korban terorisme, dan tindak pidana perdagangan orang. Kesebelas, untuk peserta yang memerlukan pelayanan kesehatan tingkat lanjutan, fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) wajib merujuk ke fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL) sesuai dengan kasus dan kompetensi faskes serta sistem rujukan. Pelayanan yang diberikan kepada peserta yang dirujuk ke FKRTL itu dilakukan paling lama 3 bulan.
Duabelas, faskes yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dilarang menarik biaya pelayanan kesehatan kepada peserta selama peserta yang bersangkutan mendapatkan pelayanan sesuai dengan haknya. Dalam pelayanan gawat darurat, faskes yang bekerja sama maupun yang tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dilarang menarik biaya pelayanan kesehatan kepada peserta. Semua biaya pelayanan yang diberikan sesuai hak peserta ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Minggu, 02 September 2018

5 Cara Mudah Dongkrak Performa Windows 10 yang Lemot

Merasa PC atau laptop Window 10 kamu beroperasi dengan lambat atau nge-lag? Tenang, karena bukan hanya kamu saja yang mengalami masalah tersebut.

Spesifikasi dan versi perangkat lama merupakan salah satu penyebab masalah yang kamu alami. Selain itu, beberapa hal seperti bloatware dan program yang terinstal di PC atau laptop juga dapat menjadi penyebabnya.
Berikut adalah tips yang bisa membantu kamu mengatasi performa PC atau laptop Windows 10 yang semakin menurun.

1. Matikan Program yang Tak Diinginkan

Salah satu alasan kenapa PC Windows 10 terasa lelet dikarenakan telalu banyak program yang berjalan di background. Biasanya, program-program tersebut jarang dan tidak pernah kamu gunakan sama sekali.

Kamu bisa buka Task Manager (Ctrl+Shift+Esc). Klik More Details untuk mengakses Task Manager lebih lengkap. Untuk mematikan program yang berjalan di background, pilih Startup.

Kamu akan melihat berbagai program dan layanan yang bekerja ketika kamu membuka Windows. Untuk 'mematikan' program atau layanan yang berjalan saat startup, klik kanan dan pilih "Disable."

Jangan khawatir karena ini tidak 'mematikan' aplikasi tersebut secara penuh, karena program ini hanya berhenti bekerja setiap kali kamu menyalakan PC atau laptop kembali.

Bagi kamu yang tak yakin apakah program tersebut penting atau tidak, kamu bisa melihat informasi lebih lengkap program tersebut dengan meng-klik kanan dan pilih Properties.
2. Matikan Fitur Shadow, Animasi, dan Efek
Yup, Windows 10 memang tampil lebih menarik dengan efek dan animasi ketimbang versi Windows sebelumnya.

Walau terlihat menarik, bagi pengguna PC atau laptop dengan spesifikasi yang seadanya dan seri lama, performanya pasti akan melambat.
Bagi kamu yang menggunakan PC atau laptop dengan spesifikasi seadanya, kamu bisa mematikan fitur-fitur tersebut dengan mudah.


Di Windows 10 ketik sysdm.cpl di kotak pencarian dan tekan Enter. Ini akan menampilkan boks yang bertuliskan System Properties. Klik tab Advanced dan klik "Settings" di bagian Performance.

Ini akan memunculkan boks Performance Options yang menampilkan berbagai daftar animasi dan efek. Untuk meningkatkan performa PC dan laptop kamu, ada baiknya kamu mematikan fitur berikut:

- Animate controls and elements inside windows
- Animate windows when minimizing and maximizing
- Animations in the taskbar
- Fade or slide menus into view
- Fade or slide ToolTips into view
- Fade out menu items after clicking
- Show shadows under windows

Atau, bagi kamu yang tidak ingin ambil pusing bisa pilih "Adjust for best performance".

3. Buka Windows Troubleshooter

Banyak dari pengguna Windows 10 tidak terlalu tahu dengan tool multifungsi yang satu ini. Tool ini dapat mendeteksi masalah performa dan memecahkannya.

Untuk menggunakannya, kamu hanya cukup ketik 'troubleshooting' di kotak pencarian, dan klik ikon "Troubelshooting Control Panel" saat muncul. Lalu klik "Run maintenance task" di bagian System and Security yang muncul.

Setelah di-klik akan muncul tulisan "Troubleshoot and help prevent computer problems". Klik Next.

Mengutip laman PC World, Senin (17/10/2016), Tool ini akan menemukan file dan shortcuts yang tidak kamu gunakan, mengidentifikasi masalah perihal performa dan lainnya. Tak hanya itu, tool ini juga akan membetulkannya secara otomatis.
 4. Akses Performance Monitor
Satu lagi tool yang patut kamu ketahui dan dapat digunakan untuk meningkatkan performa PC atau laptop Windows 10 milikmu. Bernama Performance Monitor, tool ini dapat kamu akses dengan mengetik perfmon/report di kotak pencarian dan tekan Enter.
Setelah itu, akan muncul boks 'The Resource and Performance Monitor'. Tool ini akan secara otomatis mengumpulkan berbagai informasi tentang PC dan laptop kamu.


Setelah selesai, kamu akan menemukan berbagai informasi detail tentang PC atau laptopmu. Jika merasa bingung, ada baiknya untuk membuka bagian Warings terlebih dahulu.

Di sini, kamu akan menemukan berbagai masalah "besar" yang berhubungan dengan performa PC atau laptop.

5. Buang Bloatware

Layaknya smartphone yang memiliki berbagai aplikasi bawaan yang membuat performa ponsel tersebut menurun, Windows 10 pun juga memiliki bloatware atau adware yang menganggu performa CPU.

Selain dapat mengggunakan program keamanan seperti Norton Security atau McAfee LiveSafe, kamu juga bisa menggunakan aplikasi anti-malware bawaan di dalam Windows 10.

Untuk mengaksesnya, kamu hanya perlu mengetik Windows Defender di kolom pencarian, tekan Enter, dan pilih Scan Now. Windows Defender akan secara otomatis mencari malware dan menghapusnya jika ada.

Selamat mencoba...