Minggu, 27 Januari 2019

TP-Link Router

TP-Link juga merupakan router yang sangat umum digunakan oleh para pengguna WiFi. Anda juga bisa membatasi kecepatan WiFi di TP-Link dan beginilah langkah-langkahnya:

Anda bisa langsung masuk dengan alamat IP pada router dan log in dengan identitas pengguna router. Kemudian, Anda bisa klik DHCP >> DHCP Client. Nah, Anda bisa melihat setiap alamat IP dari perangkat yang menggunakan akses WiFi Anda, catat alamat IP-nya. Jika sudah mengetahui alamat IP yang ingin Anda batasi kecepatan WiFi-nya, kini Anda bisa langsung menuju Control >> Rule List. Dan sekarang saatnya Anda mengisi alamat IP yang ingin Anda batasi kecepatannya. Jangan lupa untuk isi kolom Egress Bandwidth & Ingress Bandwidth dengan angka yang sama. Untuk kolom lainnya, biarkan saja dan tidak perlu diisi apapun. Sudah selesai? Nah, Anda bisa langsung klik Save. Kini, Anda sudah membagi dan membatasi kecepatan WiFi.

*Jika Anda mengambil referensi dari artikel ini, mohon kerendahan hatinya untuk mencantumkan link sumber ini: https://carisinyal.com/cara-membatasi-kecepatan-wifi/

Jumat, 25 Januari 2019

3 Cara Membatasi Penggunaan Wifi

1. Menggunakan NetLimiter NetLimiter menjadi salah satu cara untuk membatasi kecepatan pada Wifi Anda. Ini adalah sebuah program yang bisa mengatur bandwidth Wifi. Software yang satu ini cukup populer dan mumpuni. Untuk caranya, bisa ikuti langkah-langkah berikut ini: Pertama, tentu saja Anda harus memiliki software-nya terlebih dahulu dan install pada PC / laptop Anda, bisa unduh aplikasinya di sini. Setelahnya, Anda bisa langsung buka aplikasi NetLimiter dan Anda bisa melihat daftar proses aplikasi yang sedang berjalan pada laptop / PC. Di sini juga, Anda bisa lihat proses aplikasi yang melibatkan internet, apakah ada perangkat atau aplikasi yang menyedot internet terlalu banyak atau tidak. Lalu, untuk membatasi kecepatan internet, Anda bisa checklist pada bagian download limit (DL) dan upload limit (UL). Jangan lupa untuk klik KB/s, secara otomatis akan muncul RuleEditor. Selanjutnya, Anda ubah angka pada bagian Value > Limit dengan batasan angka yang ingin Anda batasi. Terakhir, bisa langsung klik save. Mudah dan sangat simpel, kan? 2. Menggunakan P2pover P2pover juga sama-sama aplikasi yang bisa mengatur atau membatasi bandwidth yang digunakan pada Wifi. Tidak kalah bagusnya dengan NetLimiter, Anda juga bisa mengaturnya dengan mudah dan praktis. Jika ingin tahu caranya, bisa langsung cek langkah-langkahnya berikut ini: Langkah awal, tentunya Anda harus memiliki software P2pover ini di perangkat PC / laptop. Anda bisa mengunduh software-nya dengan klik di sini. Jika Anda sudah memiliki aplikasinya, Anda bisa langsung jalankan aplikasi tersebut, lalu pilihlah system setting dan pilihlah adaptor jaringan yang digunakan oleh Anda. Sudah selesai? Langsung saja Anda klik OK. Langkah berikutnya adalah, Anda bisa memilih menu Schedule Setting > New (N). Nah, pada tahap ini, Anda bisa memberi nama di bagian Schedule’s Name. Setelah Anda memberi nama pada bagian schedule, kemudian Anda bisa langsung pilih Select All (A) dan bisa langsung klik OK. Selanjutnya, Anda bisa menutup menu schedule setting yang masih terbuka. Saatnya Anda membatasi kecepatan Wifi dengan klik option > Rules Setting > New. Jangan lupa untuk memberi nama pada bagian Rules Name, bisa diisi dengan nama apapun sesuai dengan keinginan Anda. Jika sudah selesai, Anda bisa langsung pilih Schedule yang sebelumnya sudah Anda buat. Berikutnya, Anda bisa tentukan besaran pada bagian Incoming (download) dan Outgoing (Upload). Silakan untuk mengaturnya sesuai dengan kebutuhan dan keinginan Anda. Selesai mengatur tingkat download dan upload, Anda bisa langsung klik Next > Finish dan tutuplah menu Rules Setting. Masih berlanjut, Anda bisa langsung klik Scan (logo kaca pembesar) untuk menampilkan daftar perangkat yang aktif menggunakan jaringan Wifi Anda. Jika Anda melihat perangkat (PC/laptop) yang ada di urutan paling atas, artinya itu adalah Local Host, komputer yang sedang Anda gunakan untuk mengatur kecepatan Wifi. Nah, untuk mengontrol setiap pengguna Wifi Anda, bisa pilih opsi Control All > Start. Anda bisa mengontrol setiap perangkat yang sedang terhubung pada Wifi Anda dan klik kanan pada salah satu perangkat yang sedang terhubung dengan Wifi, lalu klik Apply Rule to Host Selected. Selesai, kini tidak ada sembarang perangkat yang menyedot Wifi secara berlebihan. Anda juga bisa memblokir perangkat dengan klik Drop Host Selected pada perangkat yang sedang menggunakan jaringan Wifi Anda. 3. Fitur Bandwidth Management pada Router Yang namanya Wifi pasti ada router-nya. Nah, di setiap router juga biasanya memiliki fitur yang namanya Bandwidth Management, fitur bawaan dari vendor. Namun, untuk cara penggunaannya pun berbeda dan tergantung dengan tipe router setiap vendornya. Tapi tenang saja, tidak banyak yang berbeda, kok. Bahkan, Anda juga bisa mengikuti petunjuk yang ada di buku panduan router masing-masing untuk memudahkan Anda dalam mengatur kecepatan dan limitasi penggunaan Wifi. Nah, di sini akan kami berikan tutorial untuk cara membatasi penggunaan Wifi pada router Tp-Link. Ikuti beberapa langkah berikut ini: Langkah awal, Anda bisa membuka web browser di PC / latop dengan mengetikan IP Address Router pada bagian Address Bar Browser. Untuk IP Address-nya, Anda bisa cek buku panduan router yang Anda miliki. Setelah itu, Anda bisa langsung mengetikkan username dan password administrator. Jika Anda tidak mengetahui username dan password-nya, Anda bisa cek di buku panduan router. Setelah itu, Anda akan masuk ke panel router control. Selanjutnya, Anda bisa langsung klik Bandwidth Control > Control Setting pada menu. Kemudian, Anda bisa langsung klik Bandwidth Control > Rules List > New. Nah, kini Anda bisa langsung memasukkan atau mengetikkan IP Address yang ingin Anda batasi kecepatan internet Wifi-nya. Untuk membatasi hanya 1 IP Address (satu perangkat) saja, Anda bisa pilih Single IP. Namun, jika ada lebih dari satu IP Address yang ingin Anda batasi, maka pilihlah Range IP. Kemudian, Anda bisa mengatur kecepatan maksimal untuk upload melalui Port WAN dengan memilih Egress Bandwidth. Sedangkan untuk mengatur kecepatan download, Anda bisa memilih Ingress Bandwidth. Langkah terakhir, Anda bisa langsung beri tanda checklist untuk opsi Enable, hal ini menandakan bahwa pengaturan Anda akan diaktifkan. Lalu, Anda bisa langsung klik Save. Nah, seperti itulah cara membatasi penggunaan Wifi dengan mudah dan praktis. Anda bisa menggunakan software ataupun melalui router yang ada. Jika mengandalkan fitur pada router, pastikan Anda memiliki buku panduannya, ya. Punya cara mudah lainnya? Bagikan pada kami dan pembaca lainnya di kolom komentar. Ba

*Sumber : https://carisinyal.com/cara-membatasi-penggunaan-wifi/

Minggu, 20 Januari 2019

Cara Melindungi Dokumen Word Agar Tidak Bisa Diedit

Tujuan dari tutorial ini hampir sama dengan tutorial cara memberi password pada dokumen yang sebelumnya sudah pernah saya tuliskan. Jika di dalam tutorial tersebut orang yang tidak tahu passwordnya tidak akan bisa membuka dokumen, maka untuk kali ini orang yang membuka dokumen masih bisa membaca dan melihat isi dari dokumen Microsoft Word, namun tidak bisa melakukan pengeditan.
Hal ini terkadang memang perlu kita lakukan demi keamanan dokumen kita yang bisa dibilang penting. Contoh kecilnya saja anak sekolahan atau kuliahan saat mengerjakan suatu tugas yang lumayan banyak yang diketik di dalam Microsoft Word. Lalu secara iseng-isenngan ada teman yang membuka tugas kita tadi. Kemudian dengan sikap bercanda yang keterlaluan tugas kita diedit atau diberikan tulisan tambahan yang sangat menjengkelkan bagi diri kita yang sudah susah payah mengerjakannya.
Untuk mencegah dari kejahilan yang sudah saya contohkan di atas, lebih baik kita lakukan perlindungan terhadap dokumen-dokumen kita yang dirasa penting. Cukup dengan mengikuti tutorial singkat ini dan mempraktekkannya langsung, berikut langkah demi langkahnya :
  • Bukalah dokumen Microsoft Word yang ingin anda berikan perlindungan
  • Setelah terbuka, pilih tab menu Review
Cara Melindungi Dokumen Dokumen Ms Word
Menu Review
  • Lihat pada bagian pojok kanan atas, klik pada menu Protect Document. Lanjutkan dengan mengklik Restrict Formatting and Editing.
Cara Melindungi Dokumen Ms Word Agar Tidak Bisa Diedit
Protect Document
  • Pada jendela berikutnya, silahkan centang bagian Limit formatting to a selection of styles dan Allow only this type of editing in the document seperti yang sudah saya kasih tanda kotak merah di gambar. Jika sudah langsung saja klik Yes, Start Enfrorcing Protection
Melindungi Dokumen Word Agar Tidak Bisa Diedit
Start Enfrorcing Protection
  • Langkah terakhir, anda akan diminta untuk memberikan password keamanan pada jendela Start Enforcing Protection dan klik Ok kemudian jangan lupa dokumennya disave ulang kembali.
Melindungi Dokumen Ms Word Agar Tidak Bisa Diedit
Start Enforcing Protection
  • Untuk mencobanya, buka kembali dokumen yang tadi. Dan ini adalah tampilan dari dokumen yang berhasil dilindungi. Bisa dilihat semua tombol fitur-fitur dari Microsoft Word terkunci namun kita masih bisa membaca isi teks dari dokumennya.
Melindungi Dokumen Microsoft Word Agar Tidak Bisa Diedit
fitur dari Microsoft Word terkunci
  • jika ingin membuka kembali proteksinya, anda cukup kembali membuka Protect Document > Restrict Formatting and Editing (seperti langkah diatas)
Cara Melindungi Dokumen Agar Tidak Bisa Diedit
Restrict Formatting and Editing
  • Lihat pada bagian bawah sendiri, di sana klik Stop Protection
Melindungi Dokumen Agar Tidak Bisa Diedit
Stop Protection
  • Masukkan kata sandi yang anda gunakan
Cara Melindungi Dokumen Word Agar Tidak Bisa Diedit
Unprotect Document
  • Tools dan fitur-fitur Microsoft Word akan otomatis bisa digunakan lagi.
Cara Melindungi Dokumen Word
Toolbar microsoft word
yang perlu di ingat dalam melindungi dokumen word diatas adalah buatlah password yang mudah diingat oleh anda, karena jika lupa kata sandi maka dokumen tidak dapat di edit kembali dan hanya dapat di lihat saja, semoga tutorial ini dapat bermanfaat untuk anda.
KETERANGAN ARTIKEL INI COPY PASTE DARI http://jasaketikin.com/

Senin, 08 Oktober 2018

Inilah 12 Ketentuan dalam Perpres Jaminan Kesehatan yang Perlu Dicermati

Bayi baru lahir langsung dijamin JKN selama 28 hari.
Ady Thea DA
Inilah 12 Ketentuan dalam Perpres Jaminan Kesehatan yang Perlu Dicermati
Layanan BPJS Kesehatan di salah satu rumah sakit. Foto: RES
Program jaminan kesehatan nasional (JKN) yang diluncurkan sejak 1 Januari 2014 membawa perubahan besar terhadap pengelolaan kesehatan di Indonesia. Terlepas dari pro dan kontra dalam penyelenggaraannya, program JKN telah membuka akses lebar bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Fasilitas kesehatan juga membuat pelayanan khusus untuk para peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Pemerintah terus membenahi penyelenggaraan JKN. Teranyar adalah penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) No. 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Beleid itu mengganti Perpres 12 Tahun 2013 yang telah diubah beberapa kali yang terakhir melalui Perpres No. 28 Tahun 2016, yang mengatur masalah yang sama.
Butuh waktu dua tahun menunggu terbitnya Perpres No. 28 Tahun 2018. Tercatat sedikitnya ada 12 ketentuan yang penting diperhatikan dalam Perpres yang ditetapkan Presiden Joko Widodo pada 17 September 2018 itu. Pertama, peserta bukan penerima bantuan iuran (PBI) yang mengalami cacat total tetap dan tidak mampu, berhak menjadi peserta PBI. Penetapan cacat total tetap dilakukan oleh dokter yang berwenang.
Kedua, pasangan suami istri yang masing-masing merupakan pekerja, keduanya wajib didaftarkan sebagai peserta pekerja penerima upah (PPU) oleh masing-masing pemberi kerja. Suami, istri, dan anak dari peserta PPU berhak memilih kelas perawatan tertinggi. Ada tiga kelas perawatan dalam program JKN yakni kelas I, II, dan III.
Ketiga, bayi baru lahir dari peserta JKN wajib didaftarkan kepada BPJS Kesehatan paling lama 28 hari sejak dilahirkan. Peserta yang tidak mendaftarkan bayinya sebagaimana ketentuan tersebut bakal dikenakan sanksi. Perpres mengamanatkan ketentuan lebih lanjut mengenai pendaftaran bayi baru lahir itu diatur melalui Peraturan BPJS Kesehatan.
Keempat, pengenaan sanksi juga akan dilakukan jika peserta kategori pekerja bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP) belum mendaftarkan dirinya paling lambat 1 Januari 2019. Kelima, peserta yang pindah kerja wajib melaporkan data kepesertaannya dan identitas pemberi kerja yang baru kepada BPJS Kesehatan.
Keenam, peserta PPU yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) tetap dijamin BPJS Kesehatan paling lama enam bulan sejak di-PHK tanpa membayar iuran. Manfaat yang diberikan berupa pelayanan di ruang perawatan kelas III. Tapi PHK itu harus memenuhi beberapa kriteria meliputi PHK yang sudah ada putusan pengadilan hubungan industrial (PHI) dibuktikan dengan putusan/akta; PHK karena penggabungan perusahaan, dibuktikan dengan akta notaris; PHK karena perusahaan pailit atau mengalami kerugian, dibuktikan dengan putusan kepailitan; atau PHK karena pekerja sakit yang berkepanjangan dan tidak mampu bekerja, dibuktikan dengan surat dokter.
“Dalam hal terjadi sengketa atas PHK yang diajukan melalui lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial, baik Pemberi Kerja maupun Pekerja harus tetap melaksanakan kewajiban membayar Iuran sampai dengan adanya putusan yang berkekuatan hukum tetap,” begitu bunyi pasal 27 ayat (3) Perpres.
Ketujuh, batas upah paling rendah yang digunakan sebagai dasar perhitungan besaran iuran bagi peserta PPU di perusahaan swasta/BUMN/BUMD, yakni upah minimum kabupaten atau kota. Jika di daerah tersebut tidak ada upah minimum kabupaten atau kota, yang jadi dasar perhitungan yaitu upah minimum provinsi. Ketentuan ini tidak berlaku bagi perusahaan yang mendapatkan penangguhan dari kewajiban membayar upah minimum yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat.
Kedelapan, BPJS Kesehatan wajib mencatat dan menagih tunggakan iuran sebagai piutang BPJS Kesehatan paling banyak untuk 24 bulan. Kesembilan, setiap peserta berhak mendapat manfaat jaminan kesehatan yang bersifat pelayanan perorangan, mencakup pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Termasuk pelayanan obat, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai sesuai kebutuhan medis yang diperlukan peserta. Manfaat itu juga berlaku bagi bayi baru lahir dari peserta paling lama 28 hari sejak dilahirkan.
Kesepuluh, ada pelayanan kesehatan yang tidak dijamin program JKN antara lain pelayanan kesehatan akibat tindak pidana penganiayaan, kekerasan seksual, korban terorisme, dan tindak pidana perdagangan orang. Kesebelas, untuk peserta yang memerlukan pelayanan kesehatan tingkat lanjutan, fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) wajib merujuk ke fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL) sesuai dengan kasus dan kompetensi faskes serta sistem rujukan. Pelayanan yang diberikan kepada peserta yang dirujuk ke FKRTL itu dilakukan paling lama 3 bulan.
Duabelas, faskes yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dilarang menarik biaya pelayanan kesehatan kepada peserta selama peserta yang bersangkutan mendapatkan pelayanan sesuai dengan haknya. Dalam pelayanan gawat darurat, faskes yang bekerja sama maupun yang tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dilarang menarik biaya pelayanan kesehatan kepada peserta. Semua biaya pelayanan yang diberikan sesuai hak peserta ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Minggu, 02 September 2018

5 Cara Mudah Dongkrak Performa Windows 10 yang Lemot

Merasa PC atau laptop Window 10 kamu beroperasi dengan lambat atau nge-lag? Tenang, karena bukan hanya kamu saja yang mengalami masalah tersebut.

Spesifikasi dan versi perangkat lama merupakan salah satu penyebab masalah yang kamu alami. Selain itu, beberapa hal seperti bloatware dan program yang terinstal di PC atau laptop juga dapat menjadi penyebabnya.
Berikut adalah tips yang bisa membantu kamu mengatasi performa PC atau laptop Windows 10 yang semakin menurun.

1. Matikan Program yang Tak Diinginkan

Salah satu alasan kenapa PC Windows 10 terasa lelet dikarenakan telalu banyak program yang berjalan di background. Biasanya, program-program tersebut jarang dan tidak pernah kamu gunakan sama sekali.

Kamu bisa buka Task Manager (Ctrl+Shift+Esc). Klik More Details untuk mengakses Task Manager lebih lengkap. Untuk mematikan program yang berjalan di background, pilih Startup.

Kamu akan melihat berbagai program dan layanan yang bekerja ketika kamu membuka Windows. Untuk 'mematikan' program atau layanan yang berjalan saat startup, klik kanan dan pilih "Disable."

Jangan khawatir karena ini tidak 'mematikan' aplikasi tersebut secara penuh, karena program ini hanya berhenti bekerja setiap kali kamu menyalakan PC atau laptop kembali.

Bagi kamu yang tak yakin apakah program tersebut penting atau tidak, kamu bisa melihat informasi lebih lengkap program tersebut dengan meng-klik kanan dan pilih Properties.
2. Matikan Fitur Shadow, Animasi, dan Efek
Yup, Windows 10 memang tampil lebih menarik dengan efek dan animasi ketimbang versi Windows sebelumnya.

Walau terlihat menarik, bagi pengguna PC atau laptop dengan spesifikasi yang seadanya dan seri lama, performanya pasti akan melambat.
Bagi kamu yang menggunakan PC atau laptop dengan spesifikasi seadanya, kamu bisa mematikan fitur-fitur tersebut dengan mudah.


Di Windows 10 ketik sysdm.cpl di kotak pencarian dan tekan Enter. Ini akan menampilkan boks yang bertuliskan System Properties. Klik tab Advanced dan klik "Settings" di bagian Performance.

Ini akan memunculkan boks Performance Options yang menampilkan berbagai daftar animasi dan efek. Untuk meningkatkan performa PC dan laptop kamu, ada baiknya kamu mematikan fitur berikut:

- Animate controls and elements inside windows
- Animate windows when minimizing and maximizing
- Animations in the taskbar
- Fade or slide menus into view
- Fade or slide ToolTips into view
- Fade out menu items after clicking
- Show shadows under windows

Atau, bagi kamu yang tidak ingin ambil pusing bisa pilih "Adjust for best performance".

3. Buka Windows Troubleshooter

Banyak dari pengguna Windows 10 tidak terlalu tahu dengan tool multifungsi yang satu ini. Tool ini dapat mendeteksi masalah performa dan memecahkannya.

Untuk menggunakannya, kamu hanya cukup ketik 'troubleshooting' di kotak pencarian, dan klik ikon "Troubelshooting Control Panel" saat muncul. Lalu klik "Run maintenance task" di bagian System and Security yang muncul.

Setelah di-klik akan muncul tulisan "Troubleshoot and help prevent computer problems". Klik Next.

Mengutip laman PC World, Senin (17/10/2016), Tool ini akan menemukan file dan shortcuts yang tidak kamu gunakan, mengidentifikasi masalah perihal performa dan lainnya. Tak hanya itu, tool ini juga akan membetulkannya secara otomatis.
 4. Akses Performance Monitor
Satu lagi tool yang patut kamu ketahui dan dapat digunakan untuk meningkatkan performa PC atau laptop Windows 10 milikmu. Bernama Performance Monitor, tool ini dapat kamu akses dengan mengetik perfmon/report di kotak pencarian dan tekan Enter.
Setelah itu, akan muncul boks 'The Resource and Performance Monitor'. Tool ini akan secara otomatis mengumpulkan berbagai informasi tentang PC dan laptop kamu.


Setelah selesai, kamu akan menemukan berbagai informasi detail tentang PC atau laptopmu. Jika merasa bingung, ada baiknya untuk membuka bagian Warings terlebih dahulu.

Di sini, kamu akan menemukan berbagai masalah "besar" yang berhubungan dengan performa PC atau laptop.

5. Buang Bloatware

Layaknya smartphone yang memiliki berbagai aplikasi bawaan yang membuat performa ponsel tersebut menurun, Windows 10 pun juga memiliki bloatware atau adware yang menganggu performa CPU.

Selain dapat mengggunakan program keamanan seperti Norton Security atau McAfee LiveSafe, kamu juga bisa menggunakan aplikasi anti-malware bawaan di dalam Windows 10.

Untuk mengaksesnya, kamu hanya perlu mengetik Windows Defender di kolom pencarian, tekan Enter, dan pilih Scan Now. Windows Defender akan secara otomatis mencari malware dan menghapusnya jika ada.

Selamat mencoba...

Rabu, 22 Agustus 2018

Memahami Penyebab dan Cara Tepat Mengatasi Anosmia

Anosmia adalah kondisi indra penciuman tidak mampu berfungsi normal. Sebagian besar kasus anosmia bisa sembuh, namun sebagian lainnya, bisa saja menjadi pertanda adanya masalah serius terkait kesehatan.
Ketika Anda mencium bau, sel saraf penciuman akan memberikan sinyal ke otak. Lalu otak akan mengidentifikasi dan mengenali bau. Namun, indra penciuman penderita anosmia tidak bisa berfungsi secara semestinya, sehingga tidak dapat membedakan bau.
Memahami Penyebab dan Cara Tepat Mengatasi Anosmia - Alodokter

Beragam Penyebab Anosmia

Pada umumnya anosmia yang disebabkan hidung tersumbat oleh lendir yang melapisi bagian dalam hidung. Misalnya, karena pilek, flu, sinusitis, reaksi alergi atau reaksi sistem pernapasan pada kualitas udara yang buruk.
Selain itu, anosmia juga dapat disebabkan oleh berbagai kondisi seperti polip yang menghambat saluran pernapasan, kelainan bentuk tulang hidung dan cedera pada hidung akibat trauma kepala atau operasi, atau bahkan gangguan pada saraf hingga sistem saraf pusat.
Ada pula obat dan tindakan medis yang dapat menyebabkan anosmia, termasuk obat antibiotik,antiperadangan, antidepresan, antihipertensi, obat untuk penyakit jantung, pengobatan radiasi untuk kanker di leher dan kepala. Selain itu, penyalahgunaan obat terlarang seperti kokain dapat menyebabkan seseorang tidak dapat mencium bau.
Beberapa kondisi medis lain sebagai penyebab anosmia, antara lain:
  • Proses penuaan (usia diatas 60 tahun)
  • Penyakit Alzheimer
  • Parkinson
  • Diabetes
  • Aneurisma dan tumor otak
  • Multiple sclerosis
  • Gangguan nutrisi
  • Kelainan bawaan
  • Riwayat operasi hidung (rhinoplasty)
  • Riwayat operasi otak
  • Paparan zat kimia beracun.

Bahaya yang Mengintai Penderita Anosmia

Ketidakmampuan mencium bau tertentu, membuat penderita anosmia harus lebih waspada karena dapat membahayakan kesehatan penderita anosmia meskipun berada di rumah sendiri, seperti:
  • Tidak dapat mencium bau busuk pada makanan yang sudah kedaluarsa. Penderita anosmia disarankan untuk lebih memerhatikan kondisi bahan pangan dan memeriksa tanggal kedaluarsa pada makanan yang dikonsumsi. Penting untuk menandai makanan yang sudah dikonsumsi atau makanan sisa yang akan disimpan kembali dengan label tanggal kedaluarsa. Hal ini dapat mencegah keracunan.
  • Tidak dapat mencium asap kebakaran yang mungkin saja bisa terjadi di rumah. Untuk mengatasi hal ini, penderita anosmia disarankan untuk memasang alarm kebakaran atau pendeteksi asap, terutama di sekitar area dapur. Sehingga keamanan menjadi lebih terjaga.
  • Tidak dapat mencium bau gas. Hal ini tentu berbahaya bila terjadi kebocoran gas di dapur rumah. Disarankan untuk mempertimbangkan mengganti perangkat rumah tangga yang menggunakan gas dengan perangkat elektrik.
  • Tidak mencium bau bahan kimia atau bau bahan berbahaya lain, membuat penderita anosmia harus jeli dalam membeli setiap produk yang mengandung bahan kimia. Baca label peringatan produk secara seksama. Misalnya, saat membeli cairan pembersih kamar mandi atau dapur dan insektisida. Pastikan Anda mengetahui apa saja bahan-bahan kimia yang terkandung didalamnya.
  • Sebagian penderita anosmia juga mengalami penurunan nafsu makan yang cukup berarti. Untuk menyikapinya, upayakan agar tetap menjaga dan memerhatikan keseimbangan asupan nutrisi harian. Menimbang bobot tubuh secara rutin dapat menjadi salah satu indikator untuk menilai kondisi gizi tubuh.

Cara Mengatasi Anosmia

Untuk mengetahui anosmia yang diderita dan penyebabnya, dokter mungkin akan menanyakan riwayat kesehatan pasien. Jika pemeriksaan fisik sudah dilakukan, dokter dapat meminta pemeriksaan pencitraan penunjang, seperti endoskopi hidung, foto Rontgen, CT scan, atau MRIpada bagian tengkorak kepala atau untuk mengetahui penyebab dari anosmia yang diderita mungkin akan dilakukan.
Jika anosmia yang dialami disebabkan karena alergi, sinus, ataupun flu biasanya akan sembuh dalam sendirinya dalam waktu beberapa hari. Namun jika tak kunjung sembuh, segera konsultasikan kepada dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat.
Pada anosmia yang disebabkan karena iritasi hidung tersebut, dokter mungkin akan memberi resep obat berupa:
  • Semprotan hidung steroid
  • Antibiotik, jika terdapat infeksi bakteri
  • Antihistamin, jika disebabkan oleh alergi
  • Dekongestan
Selain itu, dokter juga kemungkinan akan meminta untuk mengurangi paparan terhadap iritasi dan alergen hidung, serta berhenti merokok.
Pada kasus yang lebih serius seperti polip, dokter mungkin akan memberi saran dilakukan tindakan operasi. Tindakan ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi indra penciuman para penderita anosmia. Jika anosmia kemungkinan disebabkan obat yang Anda konsumsi, maka konsultasi dokter mengenai obat yang tidak akan mengganggu daya penciuman Anda.
Anosmia adalah kondisi yang tidak bisa disepelekan, karena dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang, sekaligus memicu komplikasi seperti depresi dan penurunan kualitas gizi.  Tak jarang, penderita anosmia lebih banyak mengonsumsi garam atau gula untuk meningkatkan rasa dari makanan,  sehingga meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan diabetes.
Jadi, jika Anda mengalami gejala anosmia, segera konsultasi kepada dokter guna mendapatkan penanganan dan solusi yang tepat.

Imbauan Koalisi Dokter Muslim Soal Fatwa Mubah Vaksin MR


By: Aisyah Kamaliah(detik.com)
Ilustrasi vaksinasi difteri pada pelajar SMA (Foto: Ari Saputra) Ilustrasi vaksinasi difteri pada pelajar SMA (Foto: Ari Saputra)
Topik Hangat Fatwa Mubah Vaksin MR

Jakarta - Vaksin MR (Maesles Rubella) telah diputuskan statusnya lewat Fatwa MUI nomor 33 Tahun 2018. Vaksin tersebut haram, tetapi tetap boleh digunakan karena belum ada vaksin yang halal atau suci. Akan tetapi simpang siur soal vaksin ini masih saja ada di masyarakat.

Hal ini menarik perhatian sekumpulan dokter untuk angkat suara demi menghapus kekhawatiran masyarakat. Menurut rilis yang diterima detikHealth, para dokter yang mengatasnamakan Koalisi Dokter Muslim ini menjelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh masyarakat. Dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), salah seorang pegiat vaksinasi, termasuk dalam koalisi tersebut.

"Fatwa dan arahan MUI adalah 'MUBAH' Jadi boleh melakukan vaksin untuk anak-anak kita dan hal ini bisa menghilangkan keraguan," demikian tertera pada poin pertama yang tercantum.


Fatwa MUI tertulis adalah 'dalam proses menggunakan' BUKAN 'mengandung' babiKoalisi Dokter Muslim


Selanjutnya, berdasarkan rilis tersebut dijelaskan bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan produk akhir vaksin MR tidak mengandung babi.

"Fatwa MUI tertulis adalah 'dalam proses menggunakan' BUKAN 'mengandung' babi," lanjutnya.

Mereka membandingkan vaksin MR dengan vaksin polio injeksi (IPV= Injection polio vaccine) yang dalam proses pembuatannya juga masih menggunakan enzim tripsin babi sebagai katalisator. Namun di hasil akhir vaksin sudah tidak ada. Beberapa ulama memfatwakan membolehkan karena sudah tidak mengandung babi dengan kaidah istihalah dan istihlak.

Koalisi Dokter Muslim juga mengatakan sejumlah negara-negara Islam pun memakai produk vaksin polio dan mewajibkan vaksin bagi penduduknya seperti terjadi di Arab Saudi.