Merasa PC atau laptop Window 10 kamu beroperasi dengan lambat atau nge-lag? Tenang, karena bukan hanya kamu saja yang mengalami masalah tersebut.
Spesifikasi dan versi perangkat lama merupakan salah satu penyebab masalah yang kamu alami. Selain itu, beberapa hal seperti bloatware dan program yang terinstal di PC atau laptop juga dapat menjadi penyebabnya.
Berikut adalah tips yang bisa membantu kamu mengatasi performa PC atau laptop Windows 10 yang semakin menurun.
1. Matikan Program yang Tak Diinginkan
Salah satu alasan kenapa PC Windows 10 terasa lelet dikarenakan telalu banyak program yang berjalan di background. Biasanya, program-program tersebut jarang dan tidak pernah kamu gunakan sama sekali.
Kamu
bisa buka Task Manager (Ctrl+Shift+Esc). Klik More Details untuk
mengakses Task Manager lebih lengkap. Untuk mematikan program yang
berjalan di background, pilih Startup.
Kamu akan melihat
berbagai program dan layanan yang bekerja ketika kamu membuka Windows.
Untuk 'mematikan' program atau layanan yang berjalan saat startup, klik kanan dan pilih "Disable."
Jangan
khawatir karena ini tidak 'mematikan' aplikasi tersebut secara penuh,
karena program ini hanya berhenti bekerja setiap kali kamu menyalakan PC
atau laptop kembali.
Bagi kamu yang tak yakin apakah program
tersebut penting atau tidak, kamu bisa melihat informasi lebih lengkap
program tersebut dengan meng-klik kanan dan pilih Properties.
2. Matikan Fitur Shadow, Animasi, dan Efek
Yup, Windows 10 memang tampil lebih menarik dengan efek dan animasi ketimbang versi Windows sebelumnya.
Walau
terlihat menarik, bagi pengguna PC atau laptop dengan spesifikasi yang
seadanya dan seri lama, performanya pasti akan melambat.
Bagi kamu yang menggunakan PC atau laptop dengan spesifikasi seadanya, kamu bisa mematikan fitur-fitur tersebut dengan mudah.
Nonaktifkan fitur animasi dan efek. (Liputan6.com/ Yuslianson) Di Windows 10 ketik sysdm.cpl di kotak pencarian dan tekan
Enter. Ini akan menampilkan boks yang bertuliskan System Properties.
Klik tab Advanced dan klik "Settings" di bagian Performance.
Ini
akan memunculkan boks Performance Options yang menampilkan berbagai
daftar animasi dan efek. Untuk meningkatkan performa PC dan laptop kamu,
ada baiknya kamu mematikan fitur berikut:
- Animate controls and elements inside windows - Animate windows when minimizing and maximizing - Animations in the taskbar - Fade or slide menus into view - Fade or slide ToolTips into view - Fade out menu items after clicking - Show shadows under windows
Atau, bagi kamu yang tidak ingin ambil pusing bisa pilih "Adjust for best performance".
3. Buka Windows Troubleshooter
Banyak dari pengguna Windows 10 tidak terlalu tahu dengan tool multifungsi yang satu ini. Tool ini dapat mendeteksi masalah performa dan memecahkannya.
Untuk
menggunakannya, kamu hanya cukup ketik 'troubleshooting' di kotak
pencarian, dan klik ikon "Troubelshooting Control Panel" saat muncul.
Lalu klik "Run maintenance task" di bagian System and Security yang
muncul.
Setelah di-klik akan muncul tulisan "Troubleshoot and help prevent computer problems". Klik Next.
Mengutip laman PC World, Senin (17/10/2016), Tool ini akan menemukan file dan shortcuts yang tidak kamu gunakan, mengidentifikasi masalah perihal performa dan lainnya. Tak hanya itu, tool ini juga akan membetulkannya secara otomatis.
4. Akses Performance Monitor
Satu lagi tool yang patut kamu ketahui dan dapat digunakan
untuk meningkatkan performa PC atau laptop Windows 10 milikmu. Bernama
Performance Monitor, tool ini dapat kamu akses dengan mengetik perfmon/report di kotak pencarian dan tekan Enter.
Setelah itu, akan muncul boks 'The Resource and Performance Monitor'. Tool ini akan secara otomatis mengumpulkan berbagai informasi tentang PC dan laptop kamu.
Buang bloatware yang ada di Windows 10. (Liputan6.com/ Yuslianson) Setelah selesai, kamu akan menemukan berbagai informasi
detail tentang PC atau laptopmu. Jika merasa bingung, ada baiknya untuk
membuka bagian Warings terlebih dahulu.
Di sini, kamu akan menemukan berbagai masalah "besar" yang berhubungan dengan performa PC atau laptop.
5. Buang Bloatware
Layaknya smartphone yang memiliki berbagai aplikasi bawaan yang membuat performa ponsel tersebut menurun, Windows 10 pun juga memiliki bloatware atau adware yang menganggu performa CPU.
Selain dapat mengggunakan program keamanan seperti Norton Security atau McAfee LiveSafe, kamu juga bisa menggunakan aplikasi anti-malware bawaan di dalam Windows 10.
Untuk
mengaksesnya, kamu hanya perlu mengetik Windows Defender di kolom
pencarian, tekan Enter, dan pilih Scan Now. Windows Defender akan secara
otomatis mencari malware dan menghapusnya jika ada.
Anosmia adalah kondisi indra penciuman tidak mampu berfungsi normal. Sebagian besar kasus anosmia bisa sembuh, namun sebagian lainnya, bisa saja menjadi pertanda adanya masalah serius terkait kesehatan.
Ketika Anda mencium bau, sel saraf penciuman akan memberikan sinyal ke otak. Lalu otak akan mengidentifikasi dan mengenali bau. Namun, indra penciuman penderita anosmia tidak bisa berfungsi secara semestinya, sehingga tidak dapat membedakan bau.
Beragam Penyebab Anosmia
Pada umumnya anosmia yang disebabkan hidung tersumbat oleh lendir yang melapisi bagian dalam hidung. Misalnya, karena pilek, flu, sinusitis, reaksi alergi atau reaksi sistem pernapasan pada kualitas udara yang buruk.
Selain itu, anosmia juga dapat disebabkan oleh berbagai kondisi seperti polip yang menghambat saluran pernapasan, kelainan bentuk tulang hidung dan cedera pada hidung akibat trauma kepala atau operasi, atau bahkan gangguan pada saraf hingga sistem saraf pusat.
Ada pula obat dan tindakan medis yang dapat menyebabkan anosmia, termasuk obat antibiotik,antiperadangan, antidepresan, antihipertensi, obat untuk penyakit jantung, pengobatan radiasi untuk kanker di leher dan kepala. Selain itu, penyalahgunaan obat terlarang seperti kokain dapat menyebabkan seseorang tidak dapat mencium bau.
Beberapa kondisi medis lain sebagai penyebab anosmia, antara lain:
Proses penuaan (usia diatas 60 tahun)
Penyakit Alzheimer
Parkinson
Diabetes
Aneurisma dan tumor otak
Multiple sclerosis
Gangguan nutrisi
Kelainan bawaan
Riwayat operasi hidung (rhinoplasty)
Riwayat operasi otak
Paparan zat kimia beracun.
Bahaya yang Mengintai Penderita Anosmia
Ketidakmampuan mencium bau tertentu, membuat penderita anosmia harus lebih waspada karena dapat membahayakan kesehatan penderita anosmia meskipun berada di rumah sendiri, seperti:
Tidak dapat mencium bau busuk pada makanan yang sudah kedaluarsa. Penderita anosmia disarankan untuk lebih memerhatikan kondisi bahan pangan dan memeriksa tanggal kedaluarsa pada makanan yang dikonsumsi. Penting untuk menandai makanan yang sudah dikonsumsi atau makanan sisa yang akan disimpan kembali dengan label tanggal kedaluarsa. Hal ini dapat mencegah keracunan.
Tidak dapat mencium asap kebakaran yang mungkin saja bisa terjadi di rumah. Untuk mengatasi hal ini, penderita anosmia disarankan untuk memasang alarm kebakaran atau pendeteksi asap, terutama di sekitar area dapur. Sehingga keamanan menjadi lebih terjaga.
Tidak dapat mencium bau gas. Hal ini tentu berbahaya bila terjadi kebocoran gas di dapur rumah. Disarankan untuk mempertimbangkan mengganti perangkat rumah tangga yang menggunakan gas dengan perangkat elektrik.
Tidak mencium bau bahan kimia atau bau bahan berbahaya lain, membuat penderita anosmia harus jeli dalam membeli setiap produk yang mengandung bahan kimia. Baca label peringatan produk secara seksama. Misalnya, saat membeli cairan pembersih kamar mandi atau dapur dan insektisida. Pastikan Anda mengetahui apa saja bahan-bahan kimia yang terkandung didalamnya.
Sebagian penderita anosmia juga mengalami penurunan nafsu makan yang cukup berarti. Untuk menyikapinya, upayakan agar tetap menjaga dan memerhatikan keseimbangan asupan nutrisi harian. Menimbang bobot tubuh secara rutin dapat menjadi salah satu indikator untuk menilai kondisi gizi tubuh.
Cara Mengatasi Anosmia
Untuk mengetahui anosmia yang diderita dan penyebabnya, dokter mungkin akan menanyakan riwayat kesehatan pasien. Jika pemeriksaan fisik sudah dilakukan, dokter dapat meminta pemeriksaan pencitraan penunjang, seperti endoskopi hidung, foto Rontgen, CT scan, atau MRIpada bagian tengkorak kepala atau untuk mengetahui penyebab dari anosmia yang diderita mungkin akan dilakukan.
Jika anosmia yang dialami disebabkan karena alergi, sinus, ataupun flu biasanya akan sembuh dalam sendirinya dalam waktu beberapa hari. Namun jika tak kunjung sembuh, segera konsultasikan kepada dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat.
Pada anosmia yang disebabkan karena iritasi hidung tersebut, dokter mungkin akan memberi resep obat berupa:
Selain itu, dokter juga kemungkinan akan meminta untuk mengurangi paparan terhadap iritasi dan alergen hidung, serta berhenti merokok.
Pada kasus yang lebih serius seperti polip, dokter mungkin akan memberi saran dilakukan tindakan operasi. Tindakan ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi indra penciuman para penderita anosmia. Jika anosmia kemungkinan disebabkan obat yang Anda konsumsi, maka konsultasi dokter mengenai obat yang tidak akan mengganggu daya penciuman Anda.
Anosmia adalah kondisi yang tidak bisa disepelekan, karena dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang, sekaligus memicu komplikasi seperti depresi dan penurunan kualitas gizi. Tak jarang, penderita anosmia lebih banyak mengonsumsi garam atau gula untuk meningkatkan rasa dari makanan, sehingga meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan diabetes.
Jadi, jika Anda mengalami gejala anosmia, segera konsultasi kepada dokter guna mendapatkan penanganan dan solusi yang tepat.
Jakarta - Vaksin MR (Maesles Rubella) telah diputuskan statusnya lewat Fatwa MUI
nomor 33 Tahun 2018. Vaksin tersebut haram, tetapi tetap boleh
digunakan karena belum ada vaksin yang halal atau suci. Akan tetapi
simpang siur soal vaksin ini masih saja ada di masyarakat.
Hal
ini menarik perhatian sekumpulan dokter untuk angkat suara demi
menghapus kekhawatiran masyarakat. Menurut rilis yang diterima
detikHealth, para dokter yang mengatasnamakan Koalisi Dokter Muslim ini
menjelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh masyarakat. Dr
Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), salah seorang pegiat vaksinasi,
termasuk dalam koalisi tersebut.
"Fatwa dan arahan MUI adalah 'MUBAH'
Jadi boleh melakukan vaksin untuk anak-anak kita dan hal ini bisa
menghilangkan keraguan," demikian tertera pada poin pertama yang
tercantum.
Fatwa MUI tertulis adalah 'dalam proses menggunakan' BUKAN 'mengandung' babiKoalisi Dokter Muslim
Selanjutnya,
berdasarkan rilis tersebut dijelaskan bahwa Badan Pengawas Obat dan
Makanan (BPOM) menyatakan produk akhir vaksin MR tidak mengandung babi.
"Fatwa MUI tertulis adalah 'dalam proses menggunakan' BUKAN 'mengandung' babi," lanjutnya.
Mereka
membandingkan vaksin MR dengan vaksin polio injeksi (IPV= Injection
polio vaccine) yang dalam proses pembuatannya juga masih menggunakan
enzim tripsin babi sebagai katalisator. Namun di hasil akhir vaksin
sudah tidak ada. Beberapa ulama memfatwakan membolehkan karena sudah
tidak mengandung babi dengan kaidah istihalah dan istihlak.
Koalisi
Dokter Muslim juga mengatakan sejumlah negara-negara Islam pun memakai
produk vaksin polio dan mewajibkan vaksin bagi penduduknya seperti
terjadi di Arab Saudi.
Beberapa orang memiliki kebiasaan makan tersendiri, ada yang cepat ada pula yang lambat. Makan cepat ternyata berisiko menyebabkan beberapa kondisi yang merugikan kesehatan. Sebaliknya, makan lebih lambat terbukti lebih menyehatkan dan membantu tubuh menjaga berat badan normal.
Makan lebih lambat mungkin terdengar sepele dan tidak efisien. Namun penelitian menemukan bahwa dengan memperpanjang durasi makan, orang yang mengalami obesitas dapat mengonsumsi lebih sedikit kalori. Tidak hanya itu, ternyata secara umum makan lebih lambat dapat membawa berbagai manfaat kesehatan.
Manfaat Makan Lebih Lambat dan Risiko Makan Cepat
Butuh waktu sekitar 20 menit bagi tubuh untuk mengirim sinyal kenyang ke otak. Makan terburu-buru membuat proses ini menjadi terpangkas. Dengan makan cepat, tubuh juga menjadi tidak mendapat kesempatan untuk memperoleh manfaat maksimal dari makanan. Berikut ini risiko yang bisa muncul akibat makan cepat, yaitu:
Makan cepat, begitu juga minum cepat, dapat meningkatkan aliran balik asam lambung ke kerongkongan setelah makan, sehingga meningkatkan risiko penyakit asam lambung (GERD) yang menyebabkan nyeri ulu hati. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi penyempitan kerongkongan, tukak, hingga pendarahan.
Makan lebih lambat dapat membuat Anda lebih menikmati makanan dan membuat perut menjadi lebih cepat kenyang.
Makan cepat membuat Anda tidak menikmati makanan dan cenderung menghabiskan makanan dalam jumlah terlalu banyak dari yang seharusnya. Kondisi ini menyebabkan kelebihan kalori yang pada akhirnya meningkatkan berat badan.
Penelitian menemukan bahwa makan cepat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 hingga 2,5 kali lipat. Tingginya kadar gula darah dan insulin meningkatkan risiko resistensi insulin.
Makan cepat meningkatkan risiko sindrom metabolik yang kemudian juga meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes.
Makan cepat memperlambat pencernaan, karena mulut terbiasa menyantap potongan makanan dalam porsi besar.
Mengingat pentingnya makan lebih tenang dan lebih lambat, Anda yang terbiasa makan cepat perlu mempelajari kebiasaan baru. Panduan di bawah ini mungkin dapat membantu.
Makan sambil menonton TV, memainkan telepon genggam, atau pun mengetik di depan komputer membuat Anda cenderung makan cepat. Anda dapat mencoba lebih menikmati makanan dengan makan sambil berkonsentrasi pada makanan tanpa terganggu. Ini dapat dilakukan dengan makan sambil mendengarkan musik ringan atau pun menyalakan lilin.
Gigit makanan sedikit demi sedikit, kunyah perlahan, nikmati rasa, dan tekstur makanan. Kunyah setidaknya hingga 20-30 kali setiap suap.
Tentukan waktu makan secara teratur. Terlambat makan membuat Anda terbiasa makan cepat. Menunggu hingga terlalu lapar baru makan membuat Anda makan lebih banyak dan memilih makanan yang tidak sehat.
Mengonsumsi camilan sehat di sela waktu makan utama dapat mencegah makan cepat atau terlalu lapar.
Mengonsumsi segelas besar air di tengah makan dapat membuat Anda mengambil jeda untuk selanjutnya makan lebih perlahan.
Konsumsi makanan kaya serat yang butuh waktu lebih lama untuk dicerna dan membuat perut kenyang lebih lama.
Dengan makan lebih lambat, Anda bisa mendapatkan manfaat lebih banyak dari makanan yang dikonsumsi, juga manfaat kesehatan yang tidak akan didapatkan jika Anda makan cepat.
Selama ini kacang sering dihindari, terutama oleh orang-orang yang sedang menjalani diet. Kacang juga sering dituduh menjadi penyebab jerawat dan penyakit lain. Padahal dari beberapa studi menunjukkan berbagai manfaat kacang tanah yang baik bagi kesehatan.
Kacang tanah atau groundnut sebenarnya termasuk dalam kelompok legume dan tidak sama dengan kacang-kacangan yang berasal dari pohon atau tree nuts, seperti almond, kacang mete dan kenari. Namun, karena memiliki nutrisi yang hampir sama, kesemuanya biasa dikenali sebagai kacang-kacangan (nuts).
Beragam Manfaat Kacang Tanah
Berbagai studi mengungkapkan bahwa ada beragam jenis kacang yang bermanfaat bagi kesehatan jika dikonsumsi dengan takaran yang tepat, di antaranya:
Kacang tanah mengandung vitamin E, asam folat, protein, mangan, biotin, serat, magnesium, lemak tak jenuh tunggal, serta kaya akan antioksidan. Kandungan nutrisi ini berperan mengurangi risiko penyakit jantung. Sebuah penelitian menemukan, risiko sakit jantung pada orang yang mengonsumsi 140 gram kacang-kacangan atau lebih per minggu menurun sebanyak sekitar 35%.
Membantu meningkatkan kadar kolesterol baik dan mengurangi kandungan kolesterol jahat.
Manfaat kacang tanah termasuk mencegah pengerasan arteri serta membantu melebarkan pembuluh darah.
Diet Sehat dengan Mengonsumsi Kacang Tanah
Secara khusus, manfaat kacang tanah sangat baik untuk mereka yang sedang menjalani diet. Penelitian menemukan, orang yang sering mengonsumsi kacang-kacangan, termasuk kacang tanah, justru terbantu untuk menurunkan berat badan.
Orang yang sedang diet juga akan cepat merasa kenyang setelah mengonsumsi kacang, karena selain bernutrisi, kacang mengandung lemak sehat dan serat. Rasa kenyang itu memungkinkan orang untuk tidak mengonsumsi makanan lebih banyak.
Berikut beberapa tips untuk memanfaatkan kacang-kacangan sebagai makanan ringan yang sehat:
Kacang mengandung sekitar 160-200 kalori setiap 28 gram, meski jenis kalori ini hampir semua berasal dari kandungan lemak tak jenuh tunggal. Ini adalah jumlah yang disarankan tiap hari. Angka ini kurang lebih setara dengan satu genggaman tangan.
Untuk menghindari konsumsi berlebih, ambil kacang seperlunya dengan mangkuk kecil dan habiskan perlahan-lahan, sehingga Anda dapat lebih mengontrol berapa banyak kacang yang telah dihabiskan.
Tempatkan kacang dalam wadah-wadah plastik kecil sebagai camilan untuk dibawa seperti dalam perjalanan atau di kantor. Dalam sehari, jangan mengonsumsi lebih dari wadah yang telah disiapkan.
Selain kacang dalam bentuk asli, Anda dapat mengonsumsinya dalam bentuk selai. Oleskan selai kacang dengan makanan sehat lain, seperti apel atau roti gandum.
Kacang dapat juga ditaburkan ke dalam sereal sarapan pagi, yoghurt rendah lemak, salad, ataupun es krim rendah lemak.
Kacang rebus adalah pilihan olahan yang sehat. Tetapi, Anda juga dapat memanggang kacang selama 5-10 menit di dalam oven.
Hal yang tidak kalah penting untuk Anda ketahui adalah hindari memberikan kacang tanah pada anak berusia di bawah lima tahun atau balita, karena dapat membuatnya tersedak. Jika ingin memberikannya, sebaiknya kacang tanah ini ditumbuk terlebih dahulu sampai halus. Waspadai juga kemungkinan alergi, terutama jika keluarga Anda memiliki riwayat alergi kacang.
Umumnya manfaat kacang tanah sangat baik, termasuk bagi yang sedang menjalani program diet. Kacang tanah dapat dikonsumsi sebagai pengganti makanan ringan dengan jumlah yang terbatas, yaitu sebanyak 28 gram tiap hari dalam seminggu. Untuk memaksimalkan manfaat kacang tanah sebagai teman diet.
Ditinjau oleh : dr. Allert Noya(www.alodokter.com)
Apakah Anda ingin mengetahui berapa jumlah tagihan BPJS Kesehatan Anda yang belum Anda bayar? Atau Anda ingin checking tagihan BPJS dari salah satu keluarga Anda. Saat ini sangat mudah untuk memeriksa berapa nilai tagihan tersebut melalui aplikasi BPJS Kesehatan.
Cara Cek Tagihan BPJS Kesehatan Online
Website BPJS Kesehatan telah menyiapkan program pengecekan tagihan yang bisa Anda akses secara online. Caranya memeriksanya sangat mudah antara lain :
Input nomor kartu BPJS Kesehatan yang terdiri dari 13 digit, sesuai tertera pada Kartu BPJS Anda ;
Masukkan Tanggal Lahir Anda, dengan memilih dan mengklik tanggal yang telah disediakan ;
Masukkan Angka Capcha atau Kode Validasi sesuai yang tertera pada layar ;
Klik tombol Cek :
Apabila seluruh data yang Anda input benar maka nilai tagihan iuran BPJS Anda akan tertera pada layar.
Anda bisa memeriksa nilai tagihan BPJS kesehatan secara uptodate melalui aplikasi berikut ini, yang terhubung dengan program database website BPJS Kesehatan yang bisa Anda akses melalui Personal Computer (PC) maupupun Hanphone.
Setelah Anda mengetahui jumlah tunggakan atau tagihan yang harus segera diselesaikan, serta ingin melakukan pembayaran iuran BPJS Kesehatan, Anda bisa baca : Iuran & Sistem Pembayaran BPJS Kesehatan Terbaru.
Selain dengan aplikasi tersebut dapat juga dari mobile banking BNI,BRI dan Mandiri, PPOB, Paytren, BebasBayar . Untuk Faskes yang bekerja sama dengan BPJS tentunya ada aplikasi tersendiri untuk mengecek status kepersertaan peserta JKN-KIS, misal untuk FKTP seperti Puskesmas, dokter pratek dan klinik pakai Pcare.
Penderita rematik asam urat dapat mengalami rasa sakit pada area persendian ketika kadar asam urat dalam darah meningkat. Naiknya kadar tersebut bisa disebabkan oleh jenis makanan tertentu. Apa saja makanan pantangan asam urat itu? Ini dia penjelasannya!
Salah satu penyebab meningkatnya kadar asam urat yaitu mengonsumsi makanan mengandung purin. Jadi, untuk menghindari rasa tidak nyaman, seperti nyeri pada persendian, pemilik asam urat tinggi wajib membatasi atau menjauhi makanan dengan kandungan zat tersebut.
Berikut beberapa jenis makanan mengandung purin yang harus Anda batasi pengonsumsiannya atau jauhi dari piring Anda:
Daging-dagingan. Kandungan purin dalam makanan ini masih tergolong sedang. Jadi, Anda bisa mengonsumsi daging sapi, daging unggas, daging kambing, atau daging babi yang semuanya tanpa lemak paling banyak 170 gram setiap harinya.
Jeroan. Untuk jenis makanan ini, Anda disarankan untuk menjauhinya karena jeroan seperti hati dan organ dalam lainnya, memiliki kandungan purin tertinggi.
Makanan laut. Anda penyuka makanan laut? Mulai sekarang cobalah untuk membatasi pengonsumsiannya, atau bahkan dijauhi karena makanan laut kaya akan purin. Jenis-jenis makanan laut yang tidak bersahabat bagi penderita asam urat tinggi antara lain kerang, ikan asin, ikan teri, sarden, makarel (ikan kembung), tiram, udang, lobster, atau kepiting.
Sayuran. Ada beberapa sayuran yang memiliki kadar purin tinggi seperti bayam, kembang kol, asparagus, kacang polong, atau jamur. Namun, menurut penelitian, mengonsumsi purin yang berasal dari sayuran tidak menimbulkan masalah bagi penderita asam urat tinggi, artinya risiko terkena gout atau serangan ulangannya tidak meningkat. Meski begitu, disarankan untuk tetap membatasi jumlah yang masuk ke dalam tubuh Anda.
Bir. Minuman ini mengandung purin dan bisa meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Selain itu, bir juga bisa menyebabkan dehidrasi, yang mana pemicu datangnya rasa nyeri pada penderita asam urat tinggi.
Gula. Meski kadar purin dalam gula tergolong rendah, Anda tetap disarankan untuk tidak berlebihan mengonsumsi makanan yang mengandung gula. Pengonsumsian gula yang berlebihan bisa menyebabkan diabetes atau obesitas, yang mana bisa memperburuk gejala rematik asam urat yang Anda idap. Hindari pula mengonsumsi minuman yang mengandung fruktosa, karena bisa meningkatkan kadar asam urat Anda. Jika Anda ingin memanjakan lidah dengan sesuatu yang manis, Anda bisa mengonsumsi buah-buahan segar.
Menjauhi makanan pantangan asam urat bisa membantu tubuh dalam menurunkan kadarnya dalam darah Anda. Rematik asam urat yang Anda derita memang tidak bisa disembuhkan dengan hanya menjauhi makanan ini. Namun, hal ini mungkin bisa menurunkan risiko Anda terkena serangan asam urat berulang yang membuat tubuh nyeri, sekaligus memperlambat kerusakan pada persendian.
Selain membatasi makanan pantangan asam urat, Anda disarankan untuk menjalani gaya hidup sehat seperti rutin berolahraga. Olahraga yang dilakukan secara rutin bisa menjaga produksi asam urat agar tetap stabil. Produksi asam urat bisa naik jika Anda mengalami kelebihan berat badan. Jadi, olahraga juga bisa membantu Anda mengatasi kondisi ini. Pemilik asam urat tinggi disarankan untuk memperbanyak minum air putih guna membantu proses pengeluaran asam urat melalui urine.